Perencanaan dan Anggaran Jadi Kunci Terwujudnya Kota Ramah Disabilitas
- 08 Jun 2026 15:05 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Mewujudkan kota yang ramah bagi penyandang disabilitas tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas fisik. Perencanaan pembangunan yang inklusif serta dukungan anggaran yang memadai dinilai menjadi faktor penting agar berbagai program dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dalam Dialog Bogor Pagi ini, edisi Senin 8 Juni 2026, Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti, mengatakan aspek disabilitas harus menjadi bagian dari seluruh proses penyusunan kebijakan daerah. Karena itu, Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan dan Perlindungan Disabilitas dijadikan acuan dalam setiap pembahasan regulasi yang dilakukan pemerintah daerah.
Menurut Endah, setiap rancangan kebijakan perlu memastikan kebutuhan penyandang disabilitas telah terakomodasi sejak tahap perencanaan. Hal tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, hingga program pemberdayaan sosial.
“Kami selalu memastikan perda tentang disabilitas menjadi dasar dalam pembahasan regulasi yang baru, sehingga hak-hak penyandang disabilitas tidak terlewat dalam setiap kebijakan,” katanya.
Ia mencontohkan penerapan prinsip tersebut dalam pembahasan aturan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Aspek aksesibilitas menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan agar bangunan publik dapat digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Selain regulasi, Endah menekankan pentingnya penguatan anggaran. Menurutnya, program yang mendukung penyandang disabilitas harus menjadi tanggung jawab lintas perangkat daerah, bukan hanya dinas yang membidangi urusan sosial.
“Kalau regulasi sudah ada tetapi tidak didukung anggaran, maka implementasinya akan sulit berjalan. Karena itu aspek penganggaran harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar kebutuhan penyandang disabilitas masuk dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah sehingga program-program yang disusun memiliki arah yang jelas dan berkelanjutan.
Menurut Endah, penyandang disabilitas membutuhkan kesempatan untuk berkembang dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi. Karena itu, pemberdayaan menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat selain pembangunan infrastruktur yang ramah disabilitas.
“Teman-teman disabilitas bukan ingin dikasihani. Mereka membutuhkan ruang untuk berkarya, beraktivitas, dan menunjukkan potensi yang dimiliki,” katanya.
Ke depan, penguatan pendataan, pemberdayaan, peningkatan kualitas layanan publik, serta dukungan anggaran diharapkan dapat mempercepat terwujudnya Kota Bogor yang inklusif dan ramah bagi seluruh warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....