Pemerintah Siap Bayar Pembebasan Jalan di Puncak Bogor

  • 25 Mei 2026 19:55 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Penataan bangunan liar semakin masif dilakukan Forkopimda Kabupaten Bogor di jalur Puncak Bogor, Senin 25 Mei 2026. Kegiatan yang dilakukan melalui kasi trantib di Kecamatan Megamendung dan Cisarua ada ratusan bangunan liar yang berdiri di atas lahan irigasi dan tanah negara di ratakan dengan tanah. Tujuannya adalah mempersiapkan rencana pelebaran jalan serta dibukanya akses yang lebih besar dari sebelumnya khususnya di ruas jalan alternatif.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Perukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto menjelaskan, beberapa data lahan saat ini sedang diinventarisir untuk tahap selanjutnya.

"Poin satu kalau tanahnya untuk pelebaran itu tanah milik berarti diperlukan pembebasan lahan kalau kedua tanah itu dilapangannya tanah jalan atau irigasi berarti harus di lakukan penertiban kalau tanah milik swasta sekarang proses apresial berapa nilai kompensasai yang diberikan ganti untung,” jelas Eko Mujiarto, Senin 25 Mei 2026.

“Kedua ada bangunan di selokan di tanah jalan kita meminta membongkar sendiri atau minta pembongkaran oleh pemerintah daerah sesuai mekanisme oleh Dinas Penataan Ruang (Dispetarung) UPT Wilayah II disana nanti setelah upt dan dispetarusng peringatan 1 fan 2 nanti satpol pp yang memberikan penertiban kalau tanah milik pemerintah atau bangunan tanah yang tidak sesuai izin," lanjutnya.

Skemanya adalah diberikan ganti untung untuk tanah milik swasta atau perorangan atau ruislagh dna permohonan pemanfaatan lahan melalui Pemprov atau kementrian PU. Salah satu yang paling ikonik terdampak dalam penataan kawasan tersebut adalah simpang Taman Safari.

Ikon patung hwan dan videotron akan di geser atau dihilangkan dalam program pelebaran jalan mengurai kemacetan di Kawasan itu. Penertiban dilakukan mulai dari Pasir Muncang , Pasir Angin ,Cipayung , Cilember hingga simpang pasar Cisarua Puncak Bogor.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Dede Armansyah memastikan juga akan dibangunnya saluran drainase disepanjang jalan yang nantinya akan direhab total.

"Penting untuk memperhatikan drainase dan aliran air , karena kika tidak maka ternjadi genangan dan banjir "tambahnya

Pembongkaran bangunan liar diperlukan untuk optimalisasi fungsi jalan dan perluasan akses kendaraan Untuk mengatasi kemacetan parah di jalur wisata tersebut. Langkah ini mengintegrasikan penertiban pedagang kaki lima (PKL), perbaikan fasilitas jalan, hingga pembangunan di jalur alternatif Cisarua - Megamendung .

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....