Posyandu 6 SPM Jadi Ruang Peduli Anak Putus Sekolah

  • 22 Mei 2026 13:21 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Optimalisasi 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Bogor untuk memperkuat kepedulian terhadap anak-anak putus sekolah
  • Yantie Rachim berharap perhatian kecil terhadap anak-anak putus sekolah dapat memberikan dampak besar bagi masa depan generasi muda Kota Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Optimalisasi 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Bogor untuk memperkuat kepedulian terhadap anak-anak putus sekolah sekaligus memantau kondisi sosial masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim, mendorong hadirnya solusi nyata bagi anak-anak agar tetap memperoleh akses pendidikan yang layak.

Perhatian terhadap persoalan pendidikan itu muncul saat Yantie Rachim melakukan kunjungan ke Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bunga Harapan 2 di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur. Dalam kunjungan tersebut, Yantie menemukan seorang anak yang tidak melanjutkan sekolah akibat keterbatasan biaya pendidikan.

Melihat kondisi tersebut, Yantie Rachim langsung mengambil langkah dengan menjembatani anak tersebut agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan melalui program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di wilayah Baranangsiang. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian agar anak tetap memiliki kesempatan belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Yantie Rachim menegaskan Posyandu 6 SPM tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga ruang untuk melihat kondisi sosial dan pendidikan anak di lingkungan sekitar.

“Posyandu 6 SPM menjadi ruang untuk melihat secara langsung kondisi sosial, tumbuh kembang, serta pendidikan karakter anak-anak, karena setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh sehat dan memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Yantie Rachim, Jumat, 22 Mei 2026.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Bogor dalam kegiatan Gebyar PKBM Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Program itu membuka akses pendidikan gratis bagi warga belajar yang ingin melanjutkan pendidikan melalui Paket A, Paket B, dan Paket C.

Sebanyak 544 peserta didik memperoleh kesempatan untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan secara gratis hingga mendapatkan ijazah, khususnya bagi warga yang masih berada dalam usia sekolah. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan nonformal di Kota Bogor.

Yantie Rachim berharap perhatian kecil terhadap anak-anak putus sekolah dapat memberikan dampak besar bagi masa depan generasi muda Kota Bogor.

“Semoga kepedulian yang dilakukan bersama dapat menghadirkan perubahan besar bagi masa depan anak-anak Kota Bogor dan menjadi inspirasi untuk terus membantu mereka memperoleh pendidikan,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....