Mayday 2026: Buruh Kabupaten Bogor Desak Pemerintah Moratorium Pabrik Semen
- 29 Apr 2026 14:47 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Peringatan hari buruh sedunia (Mayday) yang dilakukan setiap 1 Mei, menjadi catatan panjang sejumlah organisasi serikat buruh Kabupaten Bogor. Salah satu diantaranya dari Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP KEP) Kabupaten Bogor.
Ketua Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (FSP Kep) Kabupaten Bogor, Mujimin mengatakan, saat ini buruh dihadapkan dengan situasi yang sulit mengingat banyaknya perusahaan yang pindah ke daerah lain. Disisi lain polemik upah di bawah UMR di Kabupaten Bogor masih terjadi namun tidak banyak piihan bagi mereka untuk tetap bertahan ditengah terpaan dampak ekonomi global.
Ada 11 tuntutan yang disampaikan dalam peringatan May Day yang akan dipusatkan di silang Monas Jakarta dan gedung DPR RI terlepas dari itu ada satu sorotan yang menjadi masukan organisasi buru SP KEP Kabupaten Bogor yakni moratorium berdirinya pabrik semen baru.
" Moratorium pabrik baru, terutama pada industri semen, karena matrial semen sudah cukup banyak di eksplorasi hampir di setiap kabupaten/kota di Indonesia dan jumlahnya banyak, di sisi lain alam penguasaan pabrik dilakukan oleh pengusaha hitam, sehingga perusahaan semen yang sudah lama berdiri terancam," ujar Mujimin, Rabu 29 April 2026.
Tidak menutup mata jika jumlah UMR Kabupaten Bogor berada di atas UMP provinsi Jawa Barat. Upah Minimum Regional Kabupaten Bogor ditetapkan sekitar Rp5,1 juta rupiah perbulannya, berada di atas upah provinsi jawa barat sebesar Rp2,3 juta. Aksi buruh 1 mei akan di lakukan terpusat di Jakarta dan Bandung. Sementara agenda di Kabupaten Bogor hanya di isi oleh kegiatan sarasehan dan memancing bersama.
Menanggapi tingginya angka pengangguran di kabupaten Bogor itupun, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, mengungkapkan pihaknya memiliki balai Latihan kerja dan mencetak calon tenaga kerja terdidik ke dalam dan luar negeri. Bahkan menghimbau ke sekolah khususnya SMA dan SMK untuk memasukan kurikulum pendidika yang sejalan dengan kebutuhan industry.
"Kita menyediakan program pelatihan selama satu bulan penuh untuk para calon pencari kerja dan lulusan SMA dan SMK , dan untuk memutus angka pengangguran kita melatih mereka di bidang industri kreatif dan produksi digital serta membuka kesempatan peluang untuk bekerja di luar negeri karena permintaannya cukup tinggi," tambah kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Nana Mulyana.
Angkatan kerja terus meningkat di Kabupaten Bogor. Jumlah pengangguran di Kabupaten Bogor mencapai 7 persen dan membutuhkan pasar kerja yang luas. Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor memiliki fasilitas balai latihan kerja dan Karir Centre yang juga memberi fasilitas kepada calon tenaga kerja yang berminat untuk bekerja di luar negeri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....