Sekda Bogor Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30
- 27 Apr 2026 17:35 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 melalui upacara yang berlangsung di Halaman Kantor Sekretariat Daerah, Cibinong, Senin, 27 April 2026. Upacara tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika.
Peringatan ini menjadi ajang refleksi bagi pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat kerja sama dalam menjalankan pembangunan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam upacara tersebut, Sekda membacakan arahan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia terkait pentingnya keselarasan program antara pemerintah pusat dan daerah. Sinkronisasi dinilai sebagai faktor utama dalam memastikan pembangunan berjalan efektif.
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan bahwa otonomi daerah memiliki peran penting dalam pemerataan pembangunan. Selain itu, kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
“Otonomi daerah harus dimanfaatkan dalam instrumen percepatan pembangunan yang merata. Dengan begitu, masyarakat bisa merasakan hasilnya secara langsung,” ujarnya.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan otonomi daerah. Salah satunya adalah belum optimalnya keterpaduan antara perencanaan dan penganggaran di tingkat pusat dan daerah.
“Ketidaksesuaian program sering menyebabkan tumpang tindih dalam kegiatan dan penggunaan anggaran yang kurang efisien. Hal ini tentu sangat berdampak pada efektivitas pembangunan,” jelasnya.
Menurut Tito, perbaikan harus dilakukan melalui penguatan koordinasi dan harmonisasi kebijakan antarlevel pemerintahan. Tanpa langkah tersebut, target pembangunan nasional akan sulit dicapai secara maksimal.
Ia menambahkan bahwa integrasi antara perencanaan dan penganggaran menjadi langkah penting yang perlu diprioritaskan. Pemerintah daerah diharapkan mampu menyesuaikan programnya dengan arah kebijakan nasional.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya hubungan kemitraan antara pemerintah pusat dan daerah dalam merancang kebijakan. Dengan keterlibatan aktif daerah, program pembangunan akan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
“Pemerintah daerah tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga harus berperan merancang kebijakan. Ini penting agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Pada momentum Hari Otonomi Daerah ke-30 ini, seluruh jajaran pemerintahan diajak memperkuat komitmen bersama. Kolaborasi yang solid dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.
Dengan sinergi yang kuat, berbagai tantangan pembangunan diyakini dapat diatasi dengan lebih efektif. Pemerintah juga berharap setiap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....