Sungai Ciliwung di Kebun Raya Bogor Dibersihkan, 1,2 Ton Sampah Terangkut
- 25 Apr 2026 14:05 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Festival musik dan konservasi Sunset di Kebun menggelar aksi “Bersih-Bersih Ciliwung” di kawasan Kebun Raya Bogor dalam rangka memperingati Hari Bumi, **Sabtu, 25 April 2026**.
- Mengusung tema Operasi Plastik, kegiatan difokuskan pada pengangkatan sampah yang masih banyak tersangkut di aliran sungai dan kawasan sempadan.
RRI.CO.ID, Bogor - Festival musik dan konservasi Sunset di Kebun menggelar aksi “Bersih-Bersih Ciliwung” di kawasan Kebun Raya Bogor dalam rangka memperingati Hari Bumi, Sabtu, 25 April 2026. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian lingkungan yang diinisiasi PT Mitra Natura Raya sebagai mitra BRIN dalam pengelolaan Kebun Raya Bogor.
Aksi ini merupakan bagian dari subprogram Lesstari, rangkaian pra-acara Sunset di Kebun yang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga alam. Melalui kegiatan tersebut, penikmat musik, komunitas, dan warga diajak berkontribusi langsung menjaga kebersihan Sungai Ciliwung.
Mengusung tema Operasi Plastik, kegiatan difokuskan pada pengangkatan sampah yang masih banyak tersangkut di aliran sungai dan kawasan sempadan. Lokasi Sungai Ciliwung di area Kebun Raya Bogor dipilih karena masih ditemukan timbunan sampah yang sulit dijangkau dan kerap luput dari perhatian.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai harus terus diperkuat karena berdampak langsung terhadap pencemaran lingkungan. Ia menyebut dari kegiatan bersih-bersih tersebut berhasil diangkat sedikitnya 1,2 ton sampah dari aliran Sungai Ciliwung.
“Kesadaran masyarakat harus terus dibangun agar tidak membuang sampah ke sungai karena dapat mencemari lingkungan dan merusak ekosistem. Hari ini kita melihat bersama sedikitnya 1,2 ton sampah berhasil diangkat dari aliran Sungai Ciliwung,” ujar Dedie Rachim.
General Manager Event Sunset di Kebun, Abi Irawan, menuturkan kegiatan ini bukan sekadar agenda kebersihan, tetapi pengalaman kolektif untuk menyadarkan hubungan erat antara manusia dan alam. Menurutnya, aksi sederhana seperti memungut sampah dapat menjadi langkah awal sebelum masyarakat menikmati sajian utama festival.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat memulai aksi nyata yang sederhana sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa manusia dan alam tidak dapat dipisahkan. Menjaga sungai berarti menjaga masa depan bersama,” kata Abi Irawan.
Penyelenggara berharap kegiatan ini menanamkan nilai edukasi ramah lingkungan serta membiasakan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....