Jembatan Tarasik Gobang di Rumpin Ambruk, Tergerus Sungai Citempuhan

  • 16 Apr 2026 12:27 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor- Jembatan ganrung penghubung dua Desa Rabak dan Gobang Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor ambruk, Rabu 15 April 2026. Ambruknya jembatan tersebut akibat tingginya curah hujan dan luapan Kali Citempuhan yang mengakibatkan pilar penyangga jembatan di bagian tengahnya terbawa hanyut.

Kepala Desa Gobang, Kecamatan Rumpin, Abdilah Alawi mengatakan jembatan tersebut baru dua bulan diresmikan saat bulan Ramadhan tahun ini.

"Jadi peristiwa awalnya sudah ada erosi yang mengikis tiang pondasi jembatan pada Jumat 3 April lalu, kemudian hujan deras hingga akhirnya terbawa hanyut dan jembatan terputus di bagian tengahnya," jelas Kades Gobang Abdilah Alawi, Kamis 16 April 2026.

Jembatan dengan spesifikasi panjang bentangan 32 meter dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 5 meter didanai bantauan keuangan infrastruktur desa senila Rp1 Miliyar

Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor Andi Sumardi menambahkan jika sehari sebelumnya, jembatan penghubung Kampung Gobang dengan Kampung Tarisi di Desa Gobang ini dilaporkan alami retak.

"Lokasi jembatan tepatnya berada di RT 01 RW 04 Kampung Gobang. Sehari sebelumnya mengalami keretakan pada bagian tengah dan saat ini tiang penyangga patah terbawa arus sungai," kata Andi Sumardi.

Saat itu, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bogor langsung melakukan kaji cepat. Tapi kondisinya masih bisa dilintasi dengan hati-hati.

Camat Rumpin, Icang Aliudin menjelaskan, putusnya jembatan penghubung Gobang - Tarisi akibat hujan deras yang membuat aliran sungai meluap dan membawa material yang menghantam konstruksi jembatan. Namun dipastikan, ambruknya jembatan vini tidak melumpuhkan total akses aktivitas warga. Karena saat ini warga masyarakat menggunakan jembatan gantung lama yang lokasinya tak jauh dari jembatan tersebut.

"Saya sudah laporkan kejadian ini dan sudah berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Dibutuhkan alat berat untuk mengangkat material jembatan agar tidak membendung aliran air sungai Citempuhan," ujarnya.

Seorang warga sekitar, Anda mengatakan bahwa penggunaan jembatan gantung juga harus dibatasi demi keamanan masyarakat sebab lebar jembatan gantung itu terbatas.

"Jembatan Gobang-Tarisi merupakan urat nadi warga untuk aktivitas harian: ke sekolah, pasar, kebun dan berbagai aktivitas warga. Saat ini mobilitas warga terbatas," ujarnya.

Warga berharap ada penanganan darurat seperti pemasangan jembatan bailey atau perbaikan cepat, sebab jembatan gantung tak mampu menopang kebutuhan logistik dan darurat jika ada warga sakit.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....