Pesan Jumat Agung Dorong Umat Jaga Kedamaian Dunia

  • 03 Apr 2026 14:40 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Umat Kristiani memperingati Jumat Agung sebagai momentum mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang diyakini sebagai penebusan dosa umat manusia.
  • Refleksi Jumat Agung tahun 2026 banyak dikaitkan dengan harapan akan terciptanya perdamaian global.

RRI.CO.ID, Bogor - Umat Kristiani memperingati Jumat Agung sebagai momentum mengenang pengorbanan Yesus Kristus yang diyakini sebagai penebusan dosa umat manusia. Peringatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Paskah yang sarat dengan pesan perdamaian di tengah situasi dunia yang masih diliputi konflik.

Refleksi Jumat Agung tahun 2026 banyak dikaitkan dengan harapan akan terciptanya perdamaian global. Sejumlah tokoh keagamaan mengajak umat menjadikan nilai pengorbanan sebagai inspirasi untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial.

Tokoh umat Kristiani Bogor, Anto Siburian, mengatakan makna pengorbanan Yesus Kristus harus diterjemahkan dalam tindakan nyata. Ia menilai semangat tersebut penting untuk membangun kebaikan di tengah dinamika dunia yang penuh tantangan.

“Refleksi pengorbanan Yesus Kristus sebagai penebusan dosa umat manusia harus menjadi penyemangat untuk berbuat kebaikan. Dalam suasana dunia yang hiruk pikuk oleh perang, sudah menjadi ketetapan bagi kita untuk menjaga kedamaian sehingga umat lebih memahami nilai pengorbanan dalam Jumat Agung dan Paskah ini,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.

Ia menambahkan bahwa Kota Bogor selama ini dikenal sebagai wilayah yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Menurutnya, nilai tersebut harus terus dijaga agar menjadi contoh bagi daerah lain.

“Penting untuk tetap menjaga toleransi di Bogor sebagai nilai yang sudah tertanam. Pembelajaran dari Bogor untuk Indonesia bahkan dunia harus terus membumi dengan nilai persatuan dan kesatuan,” kata Anto Siburian.

Tokoh Pemuda Katolik Kota Bogor, Boy Fernando Lumbuan, juga menekankan pesan damai Paskah yang disuarakan oleh Paus Leo. Ia mengajak umat Katolik untuk mengambil peran aktif dalam menjaga keharmonisan di tengah situasi global yang masih diwarnai konflik.

“Pesan damai Paskah sudah dideklarasikan oleh Paus Leo, sehingga sebagai umat Katolik kami berkomitmen melakukan yang terbaik untuk menjaga perdamaian di tengah berbagai perang di dunia ini,” ujarnya.

Ia berharap semangat pengorbanan dan kasih menjadi landasan menjaga kedamaian umat manusia dengan tetap mengedepankan sikap saling menghormati serta toleransi antarumat beragama dalam perayaan wafatnya Isa Almasih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....