WALHI Soroti Banjir Desa Cijayanti sejak Tahun 2021
- 14 Mar 2026 15:11 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Banjir tahunan yang terjadi di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor menjadi sorotan aktivis lingkungan hidup. Sorotan tersebut akibat berkurangnya lahan resapan air, dan luapan air dari Sungai Cikeas, serta Sungai Cisarapati.
Kepala Desa Cijayanti, Ahmad Paojan mengatakn faktor bencana banjir juga sedikit banyak dipengaruhi oleh curah hujan tinggi, yang kerap terjadi di wilayah Bogor.
"Ya karena kan curah hujan yang cukup tinggi. Kan sering pak curah hujan tinggi juga? Cepat gitu, turunnya banyak gitu deh. Karena kan ya dilihat karena faktor Alam," ujar Kepala Desa Cijayanti, Ahmad Paojan, Jumat 13 Maret 2026.
Kondisi hulu kali Cikeas kini sudah tidak mampu lagi membendung sedimen didasar sungai. Termasuk wacana apakah bendungan di lokasi tersebut akan diperbaiki , diaktifkan kembali atau bahkan sebaliknya.
"Kalau Cikeas kan sebenarnya kewenangan BKSDA. BKSDA dan kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah Kabupaten,"tambah Kades Cijayanti Ahmad Paojan.
Manajer Perlindungan WKR dan Pemulihan Ekosistem WALHI Nasional, Ferry Widodo mengatakan, banjir di Desa Cijayanti dan terendamnya jalan akses menuju kediaman Presiden bukan sekadar soal hujan deras melainkan tanda adanya masalah tata kelola dan tata ruang lingkungan yang lebih dalam.
"Pertama, di Bogor kawasan Sentul faktanya sejak lama mengalami tekanan pembangunan yang sangat besar. Hutan dan daerah resapan air banyak berubah menjadi perumahan, vila, jalan, dan kawasan komersial. Akibatnya, kemampuan tanah menyerap air berkurang dan limpasan air hujan makin cepat turun ke sungai," ungkap Feri Widodo.
Perubahan tata ruang yang dijadikan akses menuju kawasan elite atau rumah presiden menjadi kriteria penyebab banjir di wilayah hulu sungai Cikeas dan Jabodetabek secara umum. Kondisinya terjadi secara struktural dan bertahun tahun sejak 2021 setelah dikeluarkan perizinan pengembangan kawasan oleh pemerintah saat itu sehingga terjadi perubahan lanskap secara drastis .
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....