Alumni KNPI Kota Bogor Jaga Soliditas lewat Buka Puasa Bersama

  • 13 Mar 2026 19:27 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kebersamaan di kalangan mantan pengurus organisasi kepemudaan di Kota Bogor tetap terjaga meskipun masa jabatan telah berakhir. Hal ini terlihat dalam kegiatan buka puasa bersama yang mempertemukan para pengurus dan alumni organisasi kepemudaan tersebut.

Kegiatan silaturahmi itu digagas oleh mantan Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Bogor periode 2021–2024, Sapta Bela Alfaribi. Acara berlangsung di sebuah kafe di kawasan Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, dan turut dihadiri sejumlah mantan pengurus serta pejabat pemerintah daerah.

Menurut Sapta, pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan sekaligus temu kangen antar pengurus yang pernah aktif dalam organisasi kepemudaan di Kota Bogor.

“Kalau melihat Kota Bogor hari ini alhamdulillah semuanya masih guyub. Mudah-mudahan kegiatan yang ada bisa terus menyentuh semua kalangan kepemudaan,” ujarnya, Kamis 12 Maret 2026.

Ia mengakui dinamika aktivitas pemuda di Kota Bogor masih perlu terus ditingkatkan agar lebih terasa dampaknya bagi masyarakat. Meski demikian, kegiatan silaturahmi yang digelar tidak memiliki tujuan politik, melainkan murni sebagai ajang mempererat hubungan antar alumni organisasi.

“Memang kalau jujur saya lihat saat ini agak kurang greget. Tapi kegiatan ini tidak ada tendensi apa-apa, murni karena kangen-kangenan. Di masa periode saya dulu kegiatan KNPI memang sangat aktif,” katanya.

Sapta juga berharap kepengurusan organisasi kepemudaan yang saat ini berjalan dapat melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis sebelumnya. Ia turut menyampaikan harapan agar pemerintah daerah memperhatikan sejumlah persoalan seperti perbaikan infrastruktur jalan dan pengawasan peredaran minuman keras.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menilai kegiatan silaturahmi antar organisasi kepemudaan penting untuk menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi. “Harus banyak dialog dan silaturahmi supaya informasi tersampaikan dengan baik. Ketidakkompakan biasanya terjadi karena miskomunikasi, sehingga komunikasi dan dialog harus terus dibangun,” jelasnya. Kamis, 12 Maret 2026.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....