REKA Bogor Dorong Jejaring Kota Kreatif UNESCO

  • 01 Mar 2026 03:29 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - REKA Bogor melaksanakan audiensi bersama Dedie A. Rachim dan jajaran perangkat daerah dalam pertemuan yang berlangsung kurang lebih 90 menit. Pertemuan tersebut membahas penguatan ekosistem ekonomi kreatif serta langkah strategis menuju jejaring Kota Kreatif UNESCO.

Diskusi berlangsung dinamis dengan menyoroti capaian, tantangan, dan arah kebijakan yang perlu dipersiapkan secara matang. Dalam pemaparannya, Georgian Marcello selaku Ketua REKA Bogor menyampaikan bahwa ekosistem ekonomi kreatif Kota Bogor menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Kontribusi PDRB sektor ekonomi kreatif tercatat mencapai 5,72 persen, dengan serapan tenaga kerja sekitar 57.000 orang. Angka ini menjadi indikator bahwa kreativitas telah bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang nyata dan berpengaruh terhadap pembangunan kota.

Selama lima tahun terakhir, berbagai program penguatan kapasitas telah dijalankan secara konsisten. Mulai dari festival lintas subsektor, aktivasi ruang kreatif, hingga pengembangan jejaring pelaku ekonomi kreatif terus digencarkan.

Bogor bahkan telah ditetapkan sebagai Kota Seni Pertunjukan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif melalui Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Uji Petik pada November 2025. Fondasi ekosistem yang telah terbentuk ini dinilai menjadi modal kuat untuk melangkah ke tingkat internasional melalui jejaring Kota Kreatif UNESCO.

REKA Bogor menilai bahwa pencapaian tersebut bukanlah akhir, melainkan pijakan awal untuk memperluas kolaborasi global. Upaya ini membutuhkan kesiapan tidak hanya dari komunitas, tetapi juga dukungan kebijakan dan infrastruktur yang terintegrasi.

Wali Kota Bogor menyambut baik aspirasi tersebut dan menegaskan bahwa pengembangan ekonomi kreatif sejalan dengan visi pembangunan Kota Bogor sebagai kota sains, kreatif, maju, dan berkelanjutan. Kreativitas dipandang bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan identitas serta daya saing kota.

Dalam dialog yang berlangsung hangat, muncul pertanyaan mengenai arah pengembangan—apakah fokus pada seni pertunjukan atau gastronomi—yang kemudian dijawab dengan penegasan bahwa semua potensi dapat dikembangkan, selama didukung infrastruktur dan suprastruktur yang memadai.

Salah satu isu strategis yang turut dibahas adalah kondisi Gedung Pertunjukan Kemuning Gading di Bogor. Ditemukan adanya keretakan bangunan yang memerlukan kajian teknis lebih lanjut, sehingga rencana renovasi yang telah dianggarkan berpotensi ditunda.

Pemerintah Kota memastikan bahwa keselamatan publik menjadi prioritas utama, sembari membuka opsi pemanfaatan ruang alternatif agar aktivitas komunitas dan pelaku kreatif tetap berjalan. Audiensi ini menghasilkan komitmen bersama untuk mempercepat konsolidasi ekosistem, memperkuat narasi kreatif Kota Bogor, serta menyiapkan tahapan strategis menuju pengajuan sebagai Kota Kreatif UNESCO.

Pemerintah Kota dan REKA Bogor sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Kreativitas diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai gerakan komunitas, melainkan menjadi arsitektur pembangunan kota yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....