Kabupaten Bogor Didorong Percepat Eliminasi TBC

  • 27 Feb 2026 12:45 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kabupaten Bogor ditetapkan sebagai salah satu daerah prioritas intervensi percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) oleh pemerintah pusat. Penegasan tersebut ditandai dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Kesehatan RI, Benyamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, di Gedung Serbaguna I Setda, Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua TP-PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto bersama Sekretaris Daerah, Ajat Rochmat Jatnika sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat eliminasi TBC.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pemerintah daerah menggerakkan kader di seluruh desa dan kelurahan serta mengoptimalkan sekitar 5.000 posyandu yang tersebar di Kabupaten Bogor untuk menekan angka kasus.

“Kehadiran Wamenkes dan Wamendagri menjadi motivasi dan spirit bagi kami untuk mempercepat eliminasi TBC di wilayah ini,” ujarnya.

Saat ini, sebanyak 101 puskesmas, empat RSUD, rumah sakit pusat dan vertikal, serta 25 rumah sakit swasta dan klinik telah aktif memberikan layanan TBC. Di tingkat komunitas, 103 desa dan kelurahan telah dibentuk sebagai Desa/Kelurahan Siaga TBC. Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan seluruh desa dan kelurahan berstatus siaga TBC pada 2027 guna memperluas cakupan pencegahan dan pengobatan.

Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus, menekankan urgensi percepatan penanganan mengingat Indonesia masih menempati peringkat kedua dunia kasus TBC setelah India. Ia mendorong agar capaian desa siaga TBC dapat segera direalisasikan secara menyeluruh. “Saya berharap pada semester I 2026 Kabupaten Bogor sudah memiliki desa siaga TBC. Tata kelola pemerintah daerah sudah berjalan baik, mari kita bekerja sama untuk mempercepat penuntasan TBC ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benyamin Paulus Octavianus menyampaikan apresiasi kepada tenaga kesehatan di Kabupaten Bogor dan Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa intervensi akan dilakukan secara masif melalui skrining keluarga pasien menggunakan rontgen, pemberian terapi pencegahan, serta pemanfaatan alat rontgen portabel dengan hasil cepat yang difasilitasi Kementerian Kesehatan. “Kami fokus pada Kabupaten Bogor sebagai pilot project agar intervensi ini menjadi model bagi kabupaten lain. Semua pihak, mulai camat, kades, kapus, hingga kader desa, berperan aktif dalam program ini,” tambahnya.

Upaya tersebut ditargetkan mampu menurunkan angka kasus TBC hingga minimal 50 persen melalui pendekatan terstruktur, kolaboratif, dan berbasis komunitas. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, serta unsur masyarakat menjadi kunci utama dalam mencapai target eliminasi secara bertahap dan berkelanjutan.

Di tingkat kecamatan, Camat Cibinong Acep Sajidin menyampaikan bahwa 13 kelurahan di wilayahnya telah dibentuk sebagai Kelurahan Siaga TBC dan rutin berkoordinasi dengan kepala puskesmas setempat.

“Dengan melibatkan peran kader sebagai ujung tombak sebagai pendampingan pasien dan keluarga pasien terjangkit TBC,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....