Bogor Perkuat Langkah Menuju Kota Gastronomi Dunia

  • 05 Feb 2026 07:23 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kota Bogor resmi mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisinya sebagai kota gastronomi melalui pembentukan Forum Bogor Kota Gastronomi melalui pengukuhan oleh Walikota Bogor yang dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Februari 2026 di Paseban Sri Baduga, Gedung Balai Kota, Kota Bogor. Forum ini dibentuk sebagai wadah kolaborasi antara pelaku industri kuliner, pemerintah, akademisi, dan masyarakat guna mengangkat potensi kuliner lokal yang kaya rasa, sejarah, serta tradisi. 

Upaya ini juga menjadi bagian dari langkah Bogor menuju pengakuan sebagai City of Gastronomy dari UNESCO. Sebagai kota dengan kekayaan kuliner tradisional, Bogor memiliki keunggulan yang tidak dimiliki banyak daerah lain. 

Ragam makanan khas yang telah mengakar kuat di masyarakat menjadi modal utama dalam pengembangan gastronomi. Selain itu, keberadaan IPB University menjadi nilai strategis karena berperan penting dalam riset dan pengembangan ilmu pangan yang dapat mendorong inovasi kuliner berbasis pengetahuan dan teknologi.

Ketua Forum Bogor Kota Gastronomi, Haidhar Wurjanto, mengatakan bahwa kolaborasi dengan IPB University membuka peluang besar bagi pengembangan kuliner lokal berbasis riset. Menurutnya, sinergi ini memungkinkan kuliner tradisional Bogor terus berkembang tanpa kehilangan identitas, sekaligus memperkenalkan produk pangan lokal yang memiliki nilai ilmiah dan ekonomi.

Dukungan juga datang langsung dari Rektor Institut Pertanian Bogor, Dr. Alim Setiawan Slamet, STP, MSi. Ia menyatakan kesiapan IPB untuk terlibat aktif sebagai mitra strategis sekaligus co-creator dalam membangun ekosistem kota gastronomi. IPB siap mencurahkan kapasitas akademik, riset, serta sumber daya keilmuan guna mendukung visi besar Kota Bogor di bidang gastronomi.

Bogor tidak hanya kaya akan variasi makanan, tetapi juga memiliki bahan baku dan sajian bernilai sejarah tinggi. Buah pala, kelapa kopyor, dan talas telah lama menjadi bagian dari identitas kuliner Bogor. Beragam menu khas seperti Asinan Bogor, Doclang, dan Bir Kotjok bahkan telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda pada tahun 2025, memperkuat posisi Bogor sebagai kota dengan kekayaan kuliner autentik.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan pentingnya membangun narasi dalam penguatan kuliner daerah. Menurutnya, kuliner tidak hanya soal rasa, tetapi juga cerita dan makna yang menyertainya. Narasi yang kuat akan menjadikan kuliner sebagai medium promosi budaya dan identitas kota, sekaligus memperluas daya tarik wisata Bogor.

Pembentukan Forum Bogor Kota Gastronomi diharapkan mampu memperkuat citra Bogor sebagai destinasi kuliner terdepan. Melalui penandatanganan MoU dengan Dewan Kuliner Indonesia serta berbagai inisiatif seperti promosi berkelanjutan, dokumentasi kuliner berbasis sejarah, kolaborasi akademisi dan praktisi, serta pengembangan wisata kuliner berkelanjutan, Bogor menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat gastronomi yang berdaya saing dan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....