Bogor Perkuat Peran Riset Dorong Kemajuan Pertanian Nasional

  • 26 Jan 2026 13:32 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menilai keberadaan berbagai lembaga riset dan institusi pendidikan di Kota Bogor memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan sektor pertanian nasional. Kondisi tersebut memperkuat peran Bogor sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi pertanian.

Hal itu disampaikan Dedie Rachim saat mendampingi kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ke Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Hortikultura yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar, Kota Bogor, Kamis, 22 Januari 2026. Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk meninjau langsung capaian riset dan teknologi pertanian yang telah dikembangkan.

Kunjungan Komisi IV DPR RI dipimpin oleh Ketua Komisi IV, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Dalam agenda tersebut, rombongan melihat berbagai inovasi hasil penelitian BRMP yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian.

Dedie mengungkapkan bahwa Kota Bogor saat ini memiliki sekitar 50 lembaga penelitian dengan dukungan lebih dari 4.000 tenaga ahli. Menurutnya, para peneliti tersebut telah memberikan kontribusi nyata dalam mendorong kemajuan pertanian di tingkat nasional.

Keunggulan tersebut, lanjut Dedie, menjadi salah satu dasar perumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor 2025–2045 yang mengusung visi Kota Sains Kreatif, Maju, dan Berkelanjutan. “Ini merupakan bagian dari kehadiran lembaga riset, perguruan tinggi, serta para ahli di Kota Bogor yang telah memberikan kontribusi bagi Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan global yang semakin kompleks, khususnya dampak perubahan iklim yang kini berkembang menjadi bencana iklim. “Di sinilah peran penting para peneliti untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi IV DPR RI meninjau sejumlah hasil penelitian, mulai dari pengembangan ayam kampung unggul, inovasi hortikultura, hingga teknologi pertanian modern. Ketua Komisi IV DPR RI menyampaikan bahwa hasil riset tersebut perlu didorong agar dapat diterapkan secara luas di berbagai daerah. “Kami akan mendorong agar hasil penelitian ini bisa disebarluaskan ke seluruh Indonesia, sehingga swasembada telur dan bawang dapat tercapai. Kita sudah swasembada jagung dan beras, dan ke depan komoditas lain seperti bawang dan kedelai juga harus swasembada agar tidak terus bergantung pada impor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BRMP, Fadjry Djufry, menegaskan bahwa kegiatan riset di bidang pertanian harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. “Penelitian memang tidak memberikan hasil instan, tetapi merupakan investasi penting. Jika tidak dilakukan, kita akan semakin tertinggal dan terus bergantung pada impor,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....