Kapan Anak Bisa Berpuasa Penuh Sepanjang Hari?

  • 28 Feb 2026 14:03 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat, termasuk kondisi kesehatan dan usia. Meski begitu, banyak orang tua mulai mengenalkan puasa penuh kepada anak-anak sejak dini. Pertanyaannya, usia berapa yang ideal bagi anak untuk bisa menjalankan puasa sepanjang hari hingga azan magrib?

Dari sudut pandang medis, usia yang tepat untuk mulai berpuasa bergantung pada kondisi fisik, berat badan, dan kesehatan anak secara keseluruhan. Menurut Dr. Abeer Khayat, dokter spesialis anak di American Hospital Dubai, anak-anak yang sehat umumnya dapat mencoba puasa penuh sekitar usia 10 tahun. Namun, orang tua sebaiknya tidak memaksakan jika anak merasa lelah atau tidak sanggup. Khayat menambahkan, setiap anak memiliki kesiapan berbeda-beda.

“Keselamatan anak harus menjadi prioritas. Puasa sebaiknya dilakukan sesuai kesiapan fisik dan mental. Jika seorang anak ingin mencoba berpuasa, orang tua boleh membolehkan, tetapi bila anak sakit atau kesehatannya menurun, sebaiknya tidak diizinkan. Ini penting agar anak tidak mengalami dehidrasi atau gangguan metabolisme,” jelasnya, dikutip Gulf News.

Selain itu, anak pada masa pubertas atau sekitar usia 15 tahun biasanya sudah mampu berpuasa seperti orang dewasa. Faktor kesiapan fisik, mental, dan pola makan yang seimbang menjadi penentu agar puasa dapat dilakukan tanpa risiko gangguan kesehatan.

Di Indonesia, para pakar gizi menekankan pentingnya memastikan anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup saat berpuasa. Menurut Dr. Lucy Widasari, M.Si, ahli gizi dari Universitas Hasanuddin, orang tua perlu memperhatikan menu sahur dan berbuka agar anak tetap memperoleh energi dan cairan yang cukup.

“Pendekatan bertahap pada anak yang ingin berpuasa membantu tubuh mereka menyesuaikan diri dan menghindari risiko dehidrasi atau kekurangan gizi,” ujarnya, dikutip dari ANTARA News, Februari 2026.

Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menambahkan bahwa pengawasan orang tua dan pola makan seimbang selama Ramadan sangat penting. Anak yang sehat dapat mulai berpuasa dengan durasi bertahap sesuai kemampuan tubuhnya, agar pengalaman berpuasa tetap positif dan aman.

Keselamatan dan kesejahteraan anak harus menjadi prioritas utama bagi orang tua. Edukasi gizi, pengawasan kesehatan, dan pengaturan pola puasa yang tepat sangat penting agar anak bisa menjalani ibadah dengan aman, sehat, dan tetap mendukung pendidikan agama sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....