Sahur Seimbang Kunci Puasa Kuat

  • 27 Feb 2026 04:30 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Memasuki bulan Ramadan, perdebatan soal menu sahur kembali jadi pembahasan hangat. Sebagian orang memilih makan dalam porsi besar agar tidak cepat lapar, sementara lainnya lebih nyaman dengan sahur ringan. Lantas, mana yang sebenarnya lebih efektif membuat tubuh kuat berpuasa seharian?

Sahur berat biasanya identik dengan nasi dalam jumlah banyak, lauk bersantan, gorengan, hingga minuman manis. Banyak yang beranggapan, semakin banyak makan saat sahur, semakin lama rasa kenyang bertahan. Namun, kenyang berlebihan justru bisa membuat tubuh terasa begah dan mengantuk di pagi hari.

Selain itu, konsumsi gula dan lemak berlebihan saat sahur berpotensi membuat energi cepat naik lalu turun drastis. Akibatnya, tubuh bisa terasa lemas menjelang siang. Makanan yang terlalu asin juga memicu rasa haus lebih cepat saat berpuasa.

Di sisi lain, sahur ringan bukan berarti hanya minum teh manis atau makan biskuit. Sahur ringan yang tepat tetap mengandung gizi seimbang, seperti karbohidrat kompleks (nasi merah, roti gandum, oatmeal), protein (telur, ayam, tahu, tempe), serta sayur dan buah.

Kombinasi tersebut membantu tubuh melepaskan energi secara bertahap sehingga rasa kenyang lebih stabil. Asupan protein dan serat juga berperan penting menjaga stamina selama beraktivitas.

Hal yang tak kalah penting adalah mencukupi kebutuhan cairan. Minum air putih yang cukup saat sahur dapat membantu mencegah dehidrasi dan mengurangi rasa lemas di siang hari.

Dengan demikian, kuat puasa bukan ditentukan oleh berat atau ringannya menu sahur, melainkan keseimbangan nutrisi dan porsi yang sesuai kebutuhan. Sahur secukupnya, tidak berlebihan, dan tetap bergizi menjadi kunci agar tubuh tetap bertenaga hingga waktu berbuka tiba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....