K.H Mahfud Hidayat: Ramadan Penuh Rahmat, Ampunan, dan Pembebasan Api Neraka
- 28 Feb 2026 00:04 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - K.H Mahfud Hidayat mengajak umat Islam memaknai Ramadan sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka dalam segmen Kultum Ramadan yang disiarkan melalui Programa 1 Radio Republik Indonesia Bogor pada Jumat, 27 Februari 2026, menjelang waktu berbuka puasa.
Dalam tausiyahnya, ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi tentang keistimewaan Ramadan, yakni dibukanya pintu-pintu rahmat, ditutupnya pintu-pintu neraka, serta dibelenggunya setan-setan. Menurutnya, hadis tersebut menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga, melainkan fase spiritual untuk memperbaiki kualitas diri.
“Ramadan adalah bulan rahmat, bulan maghfirah, dan pembebasan dari api neraka. Di bulan ini pahala dilipatgandakan dan doa-doa diijabah,” ujar K.H Mahfud di hadapan jemaah dan pendengar.
Ia juga mengingatkan firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa sebagai jalan menuju takwa. Puasa, lanjutnya, melatih umat Islam menahan diri dari hal-hal yang halal agar terbiasa menjauhi yang haram. Rasa lapar yang dirasakan menjadi sarana membangun empati terhadap kaum dhuafa sekaligus pendidikan ruhani agar hati semakin lembut dan lisan lebih terjaga.
Dalam pemaparannya, Ustadz Mahfud mengutip pandangan Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin mengenai tiga tingkatan puasa. Pertama, puasa umum yang sebatas menahan makan dan minum. Kedua, puasa khusus dengan menjaga anggota tubuh dari perbuatan maksiat. Ketiga, puasa khususul khusus, yakni menjaga lahir dan batin semata-mata karena Allah SWT.
Ia menekankan pentingnya memperbanyak istighfar, terutama menjelang berbuka puasa, sebagai bentuk kesadaran akan dosa dan harapan terhadap ampunan Ilahi. Ia pun mengajak umat Islam untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan.
“Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa meninggalkan jejak perbaikan dalam diri. Sambut rahmat dengan ibadah, raih ampunan dengan tobat, dan perbanyak doa agar termasuk golongan yang dibebaskan dari api neraka.Siapa yang berpuasa dengan iman dan penuh pengharapan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” tuturnya, mengutip hadis Nabi.
Menutup tausiyahnya, Ustadz Mahfud mengingatkan bahwa setiap malam di bulan Ramadan Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Kesempatan itu, menurutnya, harus dioptimalkan, terlebih pada sepuluh malam terakhir yang di dalamnya terdapat Lailatul Qadar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....