K.H. Muhammad Ansori: Indahnya Berbagi di Pekan Pertama Ramadan

  • 26 Feb 2026 15:16 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Memasuki awal pekan Ramadan, tausiyah yang disampaikan K.H. Muhammad Ansori dalam segmen Kultum Ramadan di PRO1 RRI Bogor, Kamis, 26 Februari 2026. Ia mengingatkan umat Islam tentang makna mendalam berbagi.

Dalam kultum bertema Indahnya Berbagi di Awal Pekan Ramadan, ditekankan bahwa sedekah bukan sekadar pemberian, melainkan investasi spiritual yang bernilai kekal.

“Berbagi artinya bersedekah. Kepada siapa kita bersedekah? Tentunya kepada para mustahik, kepada orang yang membutuhkan bantuan dan uluran tangan sedekah kita,” ujar K.H. Muhammad Ansori membuka materi.

Menurutnya, sedekah adalah “simpanan” yang aman dan tidak akan pernah berkurang di sisi Allah. Ia menggambarkan setiap rupiah yang diberikan di jalan kebaikan sebagai tabungan yang terjaga nilainya.

“Hakikat sedekah itu merupakan simpanan, merupakan tabungan yang dijamin, yang terjaga keamanannya, yang tidak akan berkurang sepeser pun di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut sedekah sebagai titipan kepada Allah. Dalam pandangannya, amalan tersebut tidak memerlukan pengakuan atau publikasi. Justru, sedekah yang dilakukan secara diam-diam memiliki nilai lebih tinggi.

“Yang kau sembunyikan sedekah itu, tidak diketahui orang banyak, tidak kau publikasikan, maka itu nilainya di hadapan Allah akan lebih tinggi daripada terang-terangan,” tuturnya. Ia pun mengingatkan agar umat tidak terjebak pada keinginan mencari pujian, karena hal itu bisa mengurangi bahkan menghapus nilai pahala.

Dalam tausiyahnya, K.H. Muhammad Ansori juga menyoroti dimensi perlindungan dari sedekah. Ia meyakini bahwa kebaikan yang diberikan kepada sesama dapat menjadi sebab terhindarnya seseorang dari musibah dan bala.

“Ketahuilah bahwa sedekahmu akan menolak balak, akan menolak musibah-musibah, akan menolak penyakit-penyakit yang akan menimpa dirimu, usahamu, maupun keluargamu,” katanya.

Di penghujung ceramah, ia mengajak umat menjadikan sedekah sebagai benteng di akhirat kelak. Harapannya, setiap amalan berbagi yang dilakukan selama Ramadan menjadi tameng dari azab dan pembuka pintu hidayah.

“Kita berharap sedekah yang kita sedekahkan kepada sesama itu akan menjadi benteng yang kuat daripada azab api neraka di akhirat kelak,” ucapnya penuh harap.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbanyak kepedulian sosial. Di awal pekan suci ini, semangat berbagi diharapkan semakin tumbuh dan menguat di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....