Indonesia Risiko Bencana Tertinggi, BNPB Fokus Bangun Ketangguhan Daerah

  • 12 Mei 2026 15:51 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Indonesia kembali masuk dalam daftar negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia. Fakta tersebut menjadi perhatian utama dalam agenda pelatihan penanggulangan bencana yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Dalam pemaparan kepada para kepala pelaksana BPBD se-Indonesia, BNPB menyoroti posisi Indonesia yang berada di peringkat ketiga negara dengan risiko bencana tertinggi. Sementara untuk tingkat paparan bencana, Indonesia tercatat berada di posisi keempat dunia berdasarkan data internasional.

Kondisi geografis Indonesia dinilai menjadi faktor utama tingginya ancaman bencana alam. Letak di kawasan cincin api Pasifik membuat wilayah Nusantara rawan gempa bumi, tsunami, hingga letusan gunung api.

Selain bencana geologi, ancaman hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor juga terus menghantui berbagai daerah. Perubahan cuaca ekstrem dan kerusakan lingkungan semakin memperbesar potensi terjadinya bencana setiap tahun.

Di balik kekayaan alam dan panorama yang dimiliki, Indonesia ternyata menyimpan tantangan besar dalam aspek keselamatan masyarakat. Keindahan alam yang membentang dari pegunungan hingga pesisir memerlukan kesiapsiagaan tinggi agar risiko korban dapat ditekan.

Tidak sedikit pihak internasional menyebut Indonesia sebagai “laboratorium bencana” karena hampir seluruh jenis bencana pernah terjadi di tanah air. Julukan tersebut menjadi pengingat bahwa kemampuan mitigasi dan penanganan darurat harus terus diperkuat.

Dalam pelatihan itu, BNPB menekankan pentingnya kemampuan pemimpin daerah membaca situasi secara cepat dan tepat. Keputusan yang terlambat atau kurang akurat dapat memperbesar dampak bencana bagi masyarakat.

Seluruh daerah di Indonesia dinilai memiliki ancaman masing-masing meski karakter risikonya berbeda. Wilayah yang relatif aman dari gempa dan tsunami pun tetap menghadapi ancaman lain seperti kebakaran hutan dan lahan.

Kalimantan menjadi salah satu contoh daerah yang lebih minim risiko gempa bumi, namun masih rawan karhutla saat musim kemarau tiba. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tidak ada wilayah yang benar-benar bebas dari ancaman bencana.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan sejak sebelum bencana terjadi. Langkah mitigasi dinilai lebih efektif dibanding hanya fokus pada penanganan saat kondisi darurat berlangsung.

Pelatihan Senior Disaster Management Training diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi ancaman bencana. Para peserta dibekali kemampuan manajemen kebencanaan agar lebih sigap dalam melindungi masyarakat.

Melalui penguatan kapasitas aparatur dan peningkatan kesadaran masyarakat, Indonesia diharapkan mampu menjadi negara yang lebih tangguh menghadapi bencana. Upaya tersebut dinilai penting mengingat ancaman alam dapat datang sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi secara pasti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....