Sebanyak 67 Kepala BPBD Ikuti Pelatihan Khusus Penanggulangan Bencana Nasional

  • 12 Mei 2026 16:32 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Sebanyak 67 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Senior Disaster Management Training (SDMT) Angkatan III yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Aula Sutopo Purwo Nugroho, Graha BNPB, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026. Mereka dipersiapkan menjadi pemimpin utama dalam penanganan bencana di wilayah masing-masing.

Para peserta terdiri dari kepala pelaksana BPBD yang baru menjabat hingga yang telah berpengalaman lebih dari satu tahun. Pelatihan tersebut menjadi wadah penguatan kapasitas agar penanggulangan bencana di daerah semakin efektif dan terkoordinasi.

Dalam pembekalan, BNPB menitikberatkan materi pada penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian materi akibat bencana alam.

Program penguatan kesiapsiagaan itu juga sejalan dengan prioritas pemerintah dalam membangun Indonesia yang tangguh terhadap bencana. Pemerintah mendorong seluruh daerah memiliki sistem penanganan darurat yang cepat dan tepat.

Peserta SDMT diajak mempelajari kembali berbagai bencana besar yang pernah terjadi di Indonesia. Evaluasi dari kejadian masa lalu dianggap penting agar kesalahan serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Selain penanganan darurat, BNPB juga menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait potensi bencana. Sosialisasi dinilai menjadi kunci agar warga memahami tanda bahaya dan langkah penyelamatan diri saat situasi darurat terjadi.

Peristiwa erupsi Gunung Dukono dan Gunung Marapi pada 2023 turut dijadikan pembelajaran dalam pelatihan tersebut. BNPB menilai kepatuhan masyarakat terhadap zona bahaya harus terus ditingkatkan untuk mencegah jatuhnya korban jiwa.

Pada fase tanggap darurat, BPBD diminta bergerak cepat membentuk posko dan menetapkan status darurat bencana agar bantuan dapat segera disalurkan. Para peserta juga dibekali materi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana dengan pendekatan kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, dan percepatan pemulihan sosial ekonomi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....