Hari Pers Nasional 2026: Jaga Demokrasi Bangsa
- 09 Feb 2026 16:21 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Hari Pers Nasional 2026 yang diperingati pada Senin, 9 Februari 2026, menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran strategis pers nasional di tengah tantangan global. Tema Pers Sehat untuk Ekonomi Berdaulat dan Negara Kuat menempatkan pers sebagai pilar penting dalam menjaga persatuan dan ketahanan bangsa.
Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Hariqo Wibawa Satria, menilai pers memiliki peran historis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak era Sumpah Pemuda 1928, pers menjadi sarana penyebaran gagasan kebangsaan dan pemersatu di tengah kemajemukan suku dan budaya.
“Pers sejak awal berperan penting dalam menyatukan bangsa melalui gagasan persatuan. Pers yang sehat menjadikan perbedaan sebagai sumber kekuatan dan berdaulatan,” kata Hariqo saat berdialog di program Bogor Pagi Ini Pro 1 RRI Bogor, Senin, 9 Februari 2026.
Menurutnya, tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari ancaman krisis pangan, krisis energi, hingga ketegangan geopolitik. Kondisi tersebut menuntut pers untuk tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan bertanggung jawab.
“Dunia sedang tidak baik-baik saja dan kita harus bersiap dari sekarang. Pers berperan menjaga optimisme sekaligus persatuan masyarakat.” ucapnya.
Hariqo juga menegaskan pemerintah memandang pers sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional. Pers dinilai berkontribusi besar dalam mengawal kebijakan publik, membongkar praktik korupsi, serta mendorong terwujudnya pemerintahan yang bersih dan transparan.
“Pers tidak hanya mengungkap persoalan, tetapi juga menyajikan konteks dan solusi. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan publik.” ujarnya.
Terkait keterbukaan informasi, Hariqo menyebut pemerintah terbuka terhadap kritik yang disampaikan media. Kritik justru dipandang sebagai bagian dari upaya menyelamatkan kepentingan negara dan rakyat.
“Kritik itu menyelamatkan dan harus disampaikan secara bertanggung jawab. Tanpa pers yang sehat, sulit membangun ekonomi berdaulat dan negara yang kuat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan ancaman serius berupa disinformasi, fitnah, serta penyalahgunaan teknologi digital seperti deepfake. Media kredibel dinilai menjadi sumber utama informasi yang dapat dipercaya masyarakat.
“Media yang bertanggung jawab adalah sumber informasi yang bersih. Inilah yang dibutuhkan publik di tengah banjir informasi.” kata Hariqo.
Melalui peringatan Hari Pers Nasional 2026, pemerintah mendorong insan pers untuk tetap kritis namun konstruktif. Pers yang sehat diharapkan terus menjalankan fungsi kontrol sosial demi terwujudnya bangsa yang kuat, berdaulat, dan berkeadilan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....