Konsumsi Kopi Warga Jawa Barat Didominasi Daerah Agraris
- 02 Apr 2026 22:02 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Fenomena konsumsi kopi di Jawa Barat
- Kabupaten Sumedang menempati posisi pertama sebagai daerah dengan konsumsi kopi tertinggi di Jawa Barat
RRI.CO.ID, Bogor- Fenomena konsumsi kopi di Jawa Barat menunjukkan tren menarik yang tidak hanya didominasi wilayah perkotaan, tetapi juga daerah agraris. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 dan diolah oleh GoodStats, terlihat bahwa kebiasaan ngopi telah merata di berbagai kabupaten dan kota. Data ini mengukur konsumsi kopi per kapita per minggu dalam satuan sachet, yang menggambarkan seberapa kuat budaya kopi di masing-masing daerah.
Kabupaten Sumedang menempati posisi pertama sebagai daerah dengan konsumsi kopi tertinggi di Jawa Barat. Rata-rata konsumsi mencapai 2,99 sachet per orang per minggu. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat Sumedang memiliki kedekatan yang kuat dengan budaya ngopi, baik sebagai rutinitas harian maupun bagian dari interaksi sosial.
Di posisi kedua, Kabupaten Cianjur mencatat angka konsumsi sebesar 2,90 sachet per minggu. Selisih yang sangat tipis dengan Sumedang memperlihatkan bahwa kedua daerah ini memiliki pola konsumsi yang hampir serupa. Kondisi ini mempertegas bahwa wilayah agraris juga memiliki gaya hidup yang tidak kalah dinamis dibandingkan kota besar.
Kota Sukabumi dan Kabupaten Garut menyusul di posisi berikutnya dengan angka konsumsi masing-masing 2,72 dan 2,71 sachet per minggu. Kehadiran dua wilayah ini di papan atas menunjukkan bahwa budaya ngopi tidak hanya bergantung pada tingkat urbanisasi, tetapi juga dipengaruhi oleh kebiasaan sosial dan ketersediaan produk kopi yang mudah diakses.
Sementara itu, wilayah seperti Karawang, Bandung Barat, hingga Kota Bandung juga masuk dalam daftar sepuluh besar. Kota Bandung sendiri mencatat angka 2,46 sachet per minggu, yang cukup kompetitif meskipun dikenal sebagai pusat urban di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa konsumsi kopi di kota besar tetap tinggi, namun tidak mendominasi secara mutlak.
Menariknya, Kabupaten Bogor berada di posisi kesepuluh dengan angka konsumsi 2,34 sachet per minggu. Selisih antara peringkat pertama dan kesepuluh hanya sekitar 0,65 sachet, yang mengindikasikan bahwa distribusi konsumsi kopi di Jawa Barat relatif merata. Tidak ada kesenjangan ekstrem antarwilayah dalam hal kebiasaan ngopi.
Secara keseluruhan, data ini memperlihatkan bahwa kopi telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Jawa Barat, baik di desa maupun kota. Budaya ngopi bukan hanya soal minuman, tetapi juga menjadi medium interaksi sosial, relaksasi, dan bahkan identitas gaya hidup. Dengan tren yang merata ini, kopi terus memperkuat posisinya sebagai simbol kebersamaan di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....