Kue Satu warisan Kuliner Tradisional Indonesia
- 31 Mar 2026 19:44 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Kue satu merupakan salah satu warisan kuliner tradisional Indonesia yang memiliki cita rasa khas dan nilai historis yang kuat. Terbuat dari bahan utama kacang hijau yang dihaluskan serta gula, kue ini dikenal dengan teksturnya yang lembut namun mudah hancur di mulut. Meski tampilannya sederhana, kue satu menyimpan cerita panjang tentang tradisi, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Nusantara.
Keberadaan kue satu tidak bisa dilepaskan dari berbagai perayaan adat dan momen penting, seperti hari raya keagamaan hingga acara keluarga. Di banyak daerah, kue ini menjadi simbol kehangatan dan kebersamaan. Proses pembuatannya yang masih mempertahankan cara tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama di tengah gempuran makanan modern yang serba instan.
Secara historis, kue satu diyakini telah ada sejak masa lampau ketika masyarakat mulai mengolah kacang hijau sebagai bahan pangan utama. Teknik menyangrai dan menggiling kacang hijau hingga menjadi tepung halus merupakan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Hal ini menunjukkan bahwa kue satu bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari identitas budaya yang patut dijaga.
Dari sisi rasa, kue satu menawarkan perpaduan manis yang tidak berlebihan dengan aroma khas kacang hijau yang gurih. Teksturnya yang rapuh justru menjadi ciri khas yang membuatnya unik dibandingkan jenis kue lainnya. Dalam perkembangannya, variasi rasa mulai bermunculan, seperti tambahan vanila, cokelat, hingga pandan, tanpa menghilangkan esensi tradisionalnya.
Menariknya, proses pembuatan kue satu membutuhkan ketelatenan tinggi. Mulai dari menyangrai kacang hijau hingga benar-benar matang, menggilingnya menjadi tepung halus, hingga mencetak adonan dengan tekanan tertentu agar tidak mudah pecah. Tahapan ini sering kali dilakukan secara manual, sehingga setiap kue memiliki sentuhan personal dari pembuatnya.
Di era modern, kue satu mulai mengalami tantangan dalam hal eksistensi. Generasi muda cenderung lebih mengenal makanan kekinian dibandingkan jajanan tradisional. Namun, berbagai upaya pelestarian terus dilakukan, mulai dari promosi melalui media sosial hingga inovasi kemasan agar lebih menarik dan sesuai dengan selera pasar saat ini.
Dengan segala keunikan dan nilai budayanya, kue satu layak mendapat perhatian lebih sebagai bagian dari kekayaan kuliner Indonesia. Tidak hanya sebagai camilan, tetapi juga sebagai simbol warisan yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Melestarikan kue satu berarti turut menjaga identitas budaya yang menjadi kebanggaan bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....