Kenali Influenza Tipe A: Gejala, Cara Penularan, dan Upaya Pencegahannya
- 29 Sep 2026 21:11 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Influenza merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza dan dapat terjadi sepanjang tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut influenzamusiman paling sering disebabkan oleh virusinfluenza tipe A dan B. Di wilayah tropis, termasuk negara-negara dengan iklim tropis, influenza dapatberedar sepanjang tahun dengan periode peningkatan kasus yang tidak selalu sama.
Influenza tipe A memiliki karakteristik yang membedakannya dari tipe influenza lainnya
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus influenza A dikelompokkan berdasarkan dua protein permukaan, yakni hemagglutinin (H) dan neuraminidase (N). Subtipe yang secara rutin beredar pada manusia antara lain A(H1N1) dan A(H3N2). Virus influenza A juga merupakan satu-satunya jenis virus influenza yang diketahui dapat menyebabkan pandemi apabila muncul virus baru yang mampu menginfeksi dan menyebar secara efisien pada manusia.
Dari sisi gejala, influenza umumnya muncul secara tiba-tiba. Gejalanya dapat berupa demam, batuk yang biasanya kering, sakit kepala, nyeri otot dan persendian, sakit tenggorokan, pilek, menggigil, serta rasa lelah. Batuk dapat berlangsung selama dua minggu atau lebih. Meski sebagian besar penderita dapat pulih dalam waktu sekitar satu minggu, influenza juga dapat berkembang menjadi penyakit berat pada kelompok tertentu.
Penularan influenza terutama terjadi melalui partikel pernapasan
Seseorang dapat terpapar ketika berada dekat dengan orang yang terinfeksi, terutama ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang terkontaminasi virus. Karena itu, interaksi dalam ruangan tertutup dan padat dapat meningkatkan peluang penyebaran virus.
Kelompok tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza. WHO memasukkan orang lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, tenaga kesehatan, serta orang dengan penyakit kronis atau kondisi medis tertentu sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih. Pada kelompok berisiko, influenza dapat menyebabkan penyakit berat, bahkan berujung pada rawat inap atau kematian.
Vaksinasi menjadi salah satu langkah utama untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya
WHO menyatakan vaksin influenza merupakan cara terbaik untuk mengurangi risiko sakit sekaligus mencegah penyakit berat. Karena virus influenza terus mengalami perubahan, komposisi vaksin juga diperbarui secara berkala berdasarkan hasil pemantauan virus yang beredar.
Untuk musim influenza 2026–2027 di belahan bumi utara, misalnya, WHO merekomendasikan vaksin yang mencakup komponen virus influenza A(H1N1), influenza A(H3N2), serta influenza B/Victoria. Pembaruan tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan terhadap perubahan virus agar vaksin dapat disesuaikan dengan virus yang diperkirakan beredar.
Upaya pencegahan penularan
Selain vaksinasi, perilaku sehari-hari juga berperan dalam mencegah penularan. WHO menganjurkan mencuci tangan secara teratur, menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin, menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, serta menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit. Orang yang mengalami gejala influenza juga dianjurkan untuk beristirahat di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain.
Menjaga kualitas udara di dalam ruangan juga dapat membantu menekan risiko penularan. WHO menyarankan membuka jendela atau meningkatkan ventilasi serta menghindari ruang tertutup yang padat apabila memungkinkan. Langkah tersebut penting karena virus influenza dapat menyebar melalui partikel yang dilepaskan ke udara oleh orang yang terinfeksi.
Jika mengalami gejala influenza, masyarakat perlu memperhatikan kondisi tubuh dan mencari pertolongan medis apabila muncul tanda penyakit berat atau termasuk kelompok berisiko tinggi. Obat antivirus influenza tersedia untuk kondisi tertentu dan penggunaannya perlu mengikuti penilaian serta anjuran tenaga kesehatan.
CDC menyebut obat antivirus dapat menjadi bagian dari penanganan influenza, sementara vaksinasi tetap menjadi langkah utama untuk pencegahan. Dengan kombinasi vaksinasi, kebiasaan hidup bersih, ventilasi yang baik, dan membatasi kontak ketika sakit, risiko penyebaran influenza dapat ditekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....