Influenza Tipe A dan B Sering Dianggap Sama, Ini Bedanya

  • 21 Sep 2026 07:47 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Influenza atau flu musiman dapat disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Keduanya sama-sama dapat menginfeksi manusia dan menimbulkan gejala seperti demam, batuk, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, serta hidung berair.

Dilansir dari laman Ayo Sehat Kementerian Kesehatan, terdapat empat tipe virus influenza, yakni A, B, C, dan D. Influenza tipe A dan B merupakan jenis yang paling umum menyebabkan wabah pada manusia, sementara di Indonesia tipe A paling sering menyebabkan flu musiman.

Perbedaan lainnya terlihat dari karakter virus dan penyebarannya. Influenza tipe A dapat menyebabkan flu musiman pada manusia, sedangkan tipe B juga menjadi penyebab utama influenza pada manusia.

Meski berbeda tipe, gejala yang ditimbulkan influenza A dan B dapat terlihat serupa. Gejala biasanya muncul secara tiba-tiba setelah masa inkubasi sekitar satu hingga empat hari, dengan rata-rata dua hari.

Batuk akibat influenza dapat berlangsung cukup lama, bahkan dua minggu atau lebih. Sebagian besar penderita dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu tanpa memerlukan perawatan khusus, tetapi influenza dapat menjadi berat pada kelompok berisiko tinggi.

Kelompok yang berisiko mengalami influenza berat antara lain ibu hamil, anak-anak di bawah usia lima tahun, lansia berusia 65 tahun ke atas, serta orang dengan penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung, penyakit paru-paru, diabetes, dan HIV/AIDS. Tenaga kesehatan dan orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus juga termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian.

Penularan influenza dapat terjadi melalui droplet yang keluar saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Virus juga dapat menyebar melalui kontak dengan benda yang telah terkontaminasi, sehingga kebiasaan mencuci tangan dan menerapkan etika batuk serta bersin penting dilakukan.

Untuk mencegah flu musiman, masyarakat dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, serta menggunakan masker ketika sedang sakit. Kementerian Kesehatan juga merekomendasikan vaksin influenza setahun sekali bagi kelompok berisiko tinggi dan pelaku perjalanan sebagai salah satu upaya pencegahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....