Ubi Jalar ternyata Punya Manfaat untuk Kesehatan Usus, Ini Caranya

  • 29 Sep 2026 20:35 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Ubi jalar dikenal sebagai makanan sederhana yang mudah ditemukan dan diolah dengan berbagai cara. Di balik rasanya yang manis, makanan ini juga mengandung serat dan pati resisten yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan.

Dilansir dari Hindustan Times, Senin, 28 September 2026, ahli gastroenterologi Dr. Joseph Salhab menjelaskan bahwa cara mengolah ubi jalar dapat memengaruhi kandungan pati di dalamnya. Ia menyarankan ubi jalar dimasak terlebih dahulu, kemudian didinginkan sebelum dipanaskan kembali dan dikonsumsi.

Proses pendinginan setelah ubi jalar dimasak dapat membuat sebagian pati berubah menjadi resistant starch atau pati resisten. Jenis pati ini dapat mencapai usus dan menjadi sumber makanan bagi bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus.

Ubi jalar juga mengandung serat larut dan tidak larut yang berperan dalam menjaga fungsi pencernaan. Asupan serat yang cukup dapat membantu pergerakan saluran pencernaan sekaligus mendukung kesehatan usus secara keseluruhan.

Selain serat, ubi jalar mengandung manitol, salah satu jenis gula alkohol yang secara alami terdapat dalam beberapa jenis buah dan sayuran. Kandungan ini dapat menarik air ke dalam usus sehingga membantu menjaga konsistensi tinja.

Salhab menyarankan ubi jalar dapat dipanggang hingga lunak, kemudian didinginkan di lemari es sekitar 24 jam sebelum dipanaskan kembali. Cara tersebut ditujukan untuk meningkatkan pembentukan pati resisten yang menjadi bagian dari proses pencernaan.

Meski demikian, manfaat tersebut tidak berarti ubi jalar merupakan satu-satunya makanan yang diperlukan untuk menjaga kesehatan usus. Pola makan yang beragam dengan cukup serat, cairan, serta konsumsi berbagai sumber makanan nabati tetap penting untuk mendukung fungsi pencernaan.

Informasi mengenai cara pengolahan ubi jalar tersebut berasal dari penjelasan Dr. Salhab yang dibagikan melalui media sosial dan disebut belum diverifikasi secara independen oleh Hindustan Times. Karena itu, manfaatnya sebaiknya dipahami sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan sebagai pengganti penanganan medis untuk gangguan pencernaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....