Nyeri Ketiak, Waspada Bahaya Kelenjar Getah Bening

  • 28 Sep 2026 10:54 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Nyeri di area ketiak sering kali dianggap sebagai keluhan ringan, misalnya akibat salah posisi saat tidur, aktivitas fisik, iritasi kulit, atau masalah pada otot. Namun, rasa sakit yang disertai benjolan di ketiak juga dapat berkaitan dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh dan dapat membesar ketika tubuh sedang melawan infeksi.

Kelenjar getah bening di ketiak dapat membengkak ketika terjadi infeksi atau peradangan pada area tubuh di sekitarnya. Kondisi seperti infeksi kulit, luka, maupun infeksi lain dapat membuat benjolan terasa nyeri atau sensitif ketika disentuh. Dalam banyak kasus, pembengkakan akan mengecil setelah penyebabnya membaik, bahkan dapat kembali normal dalam satu hingga dua minggu.

Meski demikian, benjolan di ketiak tidak sebaiknya diabaikan apabila terus membesar atau tidak kunjung menghilang. Kelenjar yang terasa keras, sulit digerakkan, atau membesar tanpa penyebab yang jelas perlu diperiksakan kepada tenaga medis. Pembengkakan kelenjar getah bening memang paling sering disebabkan oleh infeksi, tetapi pada sebagian kasus dapat berkaitan dengan kondisi yang lebih serius, termasuk limfoma atau kanker lain.

Ada beberapa tanda yang membuat pemeriksaan medis menjadi lebih penting. Misalnya, benjolan bertahan selama beberapa minggu, ukurannya semakin besar, terasa keras atau tidak bergerak ketika ditekan, serta muncul bersama demam, keringat malam, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan. Mayo Clinic juga menyarankan pemeriksaan apabila pembengkakan kelenjar berada di ketiak dan tidak diketahui penyebabnya.

Pada perempuan, benjolan baru di ketiak juga perlu diperhatikan jika disertai perubahan pada payudara. Perubahan tersebut dapat berupa munculnya benjolan, perubahan kulit, perubahan bentuk puting, atau keluarnya cairan dari puting. Tidak semua benjolan berarti kanker, tetapi perubahan baru pada payudara maupun ketiak sebaiknya dinilai oleh tenaga kesehatan agar penyebabnya dapat diketahui.

Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui apakah benjolan benar-benar berasal dari kelenjar getah bening atau merupakan kondisi lain, seperti kista, abses, atau benjolan jaringan lunak. Bila penyebabnya belum jelas, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan darah, ultrasonografi, atau biopsi sesuai kondisi pasien.

Karena itu, nyeri ketiak tidak selalu berarti masalah serius, tetapi keluhan yang menetap atau disertai benjolan sebaiknya tidak didiagnosis sendiri. Segera periksakan diri apabila benjolan semakin besar, terasa keras dan tidak bergerak, menetap selama beberapa minggu, atau disertai gejala lain seperti demam dan penurunan berat badan. Diagnosis yang tepat diperlukan untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....