Infeksi pada Anak Bisa Berkembang Jadi Sepsis, Kenali Tanda Bahayanya

  • 21 Sep 2026 08:55 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Infeksi yang dialami anak umumnya dapat ditangani, tetapi dalam kondisi tertentu dapat berkembang menjadi sepsis. Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap infeksi hingga mulai merusak jaringan dan organ tubuh.

Dilansir dari Hindustan Times, Minggu 20 September 2026, dokter spesialis anak Dr. Sushil Singla menyebut pneumonia, infeksi saluran kemih, meningitis, serta infeksi saluran pencernaan sebagai beberapa infeksi yang dapat berkembang menjadi sepsis pada anak. Risiko perlu diperhatikan terutama ketika infeksi semakin berat atau kondisi anak menunjukkan perubahan yang tidak biasa.

Pada pneumonia, orang tua perlu memperhatikan demam, batuk, napas cepat atau sulit, rasa tidak nyaman di dada, serta tubuh yang tampak sangat lemah. Kondisi yang memburuk, seperti kesulitan bernapas, tidak mampu minum atau makan dengan cukup, bibir atau kulit kebiruan, hingga sulit dibangunkan memerlukan pertolongan medis segera.

Infeksi saluran kemih juga dapat menjadi serius jika tidak segera dikenali dan ditangani. Pada anak yang lebih besar, gejalanya dapat berupa nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, lebih sering buang air kecil, nyeri perut atau punggung, dan demam, sedangkan pada bayi gejalanya bisa berupa demam, sulit makan, muntah, rewel, atau sangat lemas.

Meningitis merupakan infeksi lain yang membutuhkan pemeriksaan medis segera karena dapat berkembang dengan cepat. Demam tinggi, sakit kepala berat, muntah berulang, leher kaku, sensitif terhadap cahaya, kebingungan, kejang, atau mengantuk berlebihan perlu diwaspadai, sementara pada bayi tanda-tandanya dapat lebih samar seperti sulit menyusu, sangat rewel, tangisan lemah, dan berkurangnya respons.

Infeksi saluran pencernaan yang berat juga dapat berkembang menjadi sepsis, terutama jika menyebabkan dehidrasi atau komplikasi lain. Muntah atau diare terus-menerus, darah dalam tinja, jumlah urine sangat sedikit, tubuh sangat lemah, atau kondisi anak yang semakin memburuk tidak sebaiknya diabaikan.

Selain gejala dari infeksi awal, orang tua perlu memperhatikan perubahan kondisi anak secara keseluruhan. Napas sangat cepat atau sulit, denyut jantung sangat cepat atau justru lambat, tubuh sangat lemas atau bingung, kulit dingin atau tampak belang, urine berkurang drastis, serta demam yang menetap atau suhu tubuh terlalu rendah dapat menjadi tanda bahaya.

Bayi baru lahir, anak di bawah lima tahun, anak dengan daya tahan tubuh yang lemah, serta anak dengan penyakit tertentu memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi berat. Namun, Dr. Sushil Singla mengingatkan bahwa sepsis juga dapat terjadi pada anak yang sebelumnya sehat, sehingga perubahan kondisi yang terlihat jauh lebih buruk dari infeksi biasa perlu segera mendapat pemeriksaan medis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....