Cegah Stunting sejak Dini, Kenali Penyebab dan Langkahnya

  • 11 Agt 2026 10:15 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, serta berbagai faktor lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan. Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin.

Dikutip dari unggahan akun Instagram dppkbkotabogor1 pada Senin, 10 Agustus 2026, anak dengan tubuh pendek belum tentu mengalami stunting. Namun, stunting selalu memiliki penyebab, diantaranya asupan gizi yang tidak seimbang, kekurangan gizi saat kehamilan, infeksi berulang, sanitasi dan air bersih yang buruk, serta pola asuh dan pemberian ASI eksklusif yang tidak optimal.

Dari sisi anak, kekurangan gizi dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan. Anak yang sering mengalami infeksi seperti diare, cacingan, ISPA, maupun penyakit lainnya juga memiliki risiko stunting lebih tinggi karena tubuh membutuhkan energi untuk melawan penyakit.

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah stunting. Setelah usia enam bulan, pemberian ASI dapat dilanjutkan hingga anak berusia dua tahun dengan disertai MPASI yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan anak berdasarkan tahapan usianya.

Kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan juga berperan dalam pencegahan stunting. Kekurangan gizi, kehamilan pada usia terlalu muda atau terlalu tua, jarak kehamilan yang terlalu dekat, serta masalah kesehatan ibu menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan sejak masa sebelum kehamilan.

Pengetahuan keluarga mengenai gizi seimbang turut menentukan pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Selain itu, keluarga perlu memastikan lingkungan rumah memiliki akses air bersih dan sanitasi yang layak karena lingkungan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko infeksi pada anak.

Pencegahan stunting dapat dilakukan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan atau 1.000 HPK melalui beberapa langkah, yaitu:

  • Memenuhi kebutuhan gizi ibu sejak sebelum kehamilan dan selama masa kehamilan.
  • Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan melanjutkannya hingga anak berusia dua tahun.
  • Memberikan MPASI bergizi dan sesuai kebutuhan anak mulai usia enam bulan.
  • Memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin di Posyandu.
  • Memastikan ketersediaan air bersih dan menjaga sanitasi lingkungan rumah.
  • Menerapkan pola asuh yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Peran keluarga menjadi bagian penting dalam mencegah stunting. Pemenuhan gizi yang baik, pencegahan infeksi, pola asuh yang tepat, serta pemantauan tumbuh kembang secara berkala diharapkan dapat membantu anak tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....