Risiko Psikologis Sering Scroll Video Pendek
- 20 Sep 2026 09:12 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Awalnya hanya ingin menonton satu video, tetapi tanpa terasa jempol terus menggulir hingga puluhan menit. Kebiasaan menonton video pendek seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts kini menjadi bagian dari aktivitas digital sehari-hari.
Durasi yang singkat membuat pengguna dapat berpindah dari satu konten ke konten lainnya dalam waktu cepat. Namun, sejumlah penelitian terbaru mulai melihat apakah pola penggunaan tersebut memiliki hubungan dengan perhatian, kemampuan mengendalikan respons, kesehatan mental, dan aspek kehidupan lainnya.
Salah satu penelitian yang cukup komprehensif adalah Feeds, Feelings, and Focus: A Systematic Review and Meta-Analysis Examining the Cognitive and Mental Health Correlates of Short-Form Video Use yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin pada 2025. Penelitian yang dilakukan Lan Nguyen dan rekan-rekannya tersebut menggabungkan data dari 71 penelitian dengan total 98.299 peserta.
Hasil meta-analisis itu menemukan bahwa penggunaan video pendek yang lebih tinggi berkaitan dengan fungsi kognitif yang lebih buruk. Hubungan paling kuat ditemukan pada aspek attention atau perhatian dan inhibitory control, yaitu kemampuan seseorang untuk menahan atau mengendalikan respons yang tidak diperlukan.
Penelitian yang sama juga menemukan hubungan antara penggunaan video pendek yang lebih tinggi dengan kondisi kesehatan mental yang kurang baik. Namun, temuan tersebut tetap perlu dibaca sebagai hubungan atau asosiasi, bukan bukti bahwa menonton video pendek secara langsung menyebabkan seseorang mengalami gangguan perhatian atau masalah kesehatan mental.
Temuan mengenai kesehatan mental kemudian diperkuat oleh penelitian lain berjudul Association Between Short-Form Video Use and Mental Health: Systematic Review and Meta-Analysis yang diterbitkan dalam Journal of Medical Internet Research pada Maret 2026. Di Tang dan rekan-rekannya menganalisis 58 penelitian dengan 96.676 peserta dan secara khusus membandingkan penggunaan video pendek yang bersifat rutin dengan penggunaan yang bermasalah atau problematic use.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara penggunaan video pendek dengan beberapa indikator kesehatan mental. Yang perlu diperhatikan, hubungan tersebut lebih terlihat pada pola penggunaan yang bermasalah, yakni ketika penggunaan mulai sulit dikendalikan atau berkaitan dengan gangguan terhadap kehidupan sehari-hari.
Gambaran serupa juga terlihat dalam penelitian mengenai media sosial secara umum. Studi Social Media Use, Mental Health and Sleep: A Systematic Review with Meta-Analyses yang diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders pada 2024 menganalisis 182 penelitian dengan lebih dari 1,1 juta peserta. Hasilnya menunjukkan penggunaan media sosial secara umum memiliki hubungan yang kecil dengan depresi dan kecemasan, sementara problematic social media use berkaitan dengan depresi, kecemasan, kesejahteraan yang lebih rendah, serta masalah tidur.
Meski demikian, temuan-temuan tersebut tidak berarti TikTok, Reels, atau Shorts pasti "merusak otak". Banyak penelitian yang tersedia masih bersifat korelasional sehingga belum dapat memastikan arah hubungan sebab-akibat. Artinya, selain pola penggunaan media, terdapat kemungkinan faktor lain yang turut memengaruhi kondisi psikologis maupun kemampuan kognitif seseorang.
Oleh karena itu, belum tepat menetapkan satu angka universal, misalnya jumlah menit tertentu, sebagai batas yang otomatis membuat penggunaan video pendek menjadi berbahaya. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan pola penggunaan, termasuk apakah seseorang masih dapat berhenti ketika menginginkannya atau justru terus menggulir hingga mengurangi waktu tidur, belajar, bekerja, berolahraga, dan melakukan aktivitas lainnya.
Mengatur waktu penggunaan media sosial, mematikan notifikasi yang tidak diperlukan, serta memberikan jeda dari layar dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kebiasaan tetap terkendali. Video pendek tetap dapat digunakan sebagai hiburan dan sumber informasi, tetapi pengguna perlu memperhatikan agar aktivitas tersebut tidak mengganggu kebutuhan dan kegiatan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....