Masker Bantu Kurangi Paparan Partikel saat Kualitas Udara Menurun

  • 16 Sep 2026 13:09 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Penggunaan masker dapat membantu mengurangi paparan partikel di udara saat kualitas udara menurun. Namun, cara utama untuk melindungi kesehatan pernapasan adalah mengurangi paparan, terutama dengan membatasi aktivitas di luar rumah ketika debu atau abu vulkanik masih banyak di lingkungan.

Dokter Spesialis Paru dr. Masdi, Sp.P, F.Onk.T, FISR, FISQua, mengatakan masyarakat sebaiknya menghindari paparan langsung ketika kondisi udara masih banyak mengandung debu. Berada di dalam rumah menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan.

“Yang paling penting sebenarnya adalah mengurangi paparannya. Kalau debu masih terlihat banyak di lingkungan sekitar, sebaiknya kita mengurangi aktivitas di luar rumah dan berada di dalam rumah terlebih dahulu,” ujar dr. Masdi dalam Dialog Bogor Pagi Ini, Selasa, 15 September 2026.

Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang mampu menyaring partikel berukuran sangat kecil dapat memberikan perlindungan tambahan. Masker N95, misalnya, dirancang untuk menyaring setidaknya 95 persen partikel udara dan perlu dipakai dengan rapat agar perlindungannya lebih optimal.

“Kalau memang harus keluar rumah, terutama anak-anak, lansia, atau orang yang punya penyakit pernapasan, sebaiknya menggunakan masker yang bisa menyaring partikel sangat kecil. Salah satunya N95 yang memiliki kemampuan penyaringan hingga 95 persen,” jelasnya.

Menurut dr. Masdi, jika masker dengan kemampuan penyaringan lebih tinggi tidak tersedia, masyarakat tetap dapat menggunakan masker yang ada. Meski demikian, tingkat perlindungannya berbeda sehingga mengurangi paparan tetap menjadi langkah yang paling penting.

“Kalau N95 tidak tersedia, memakai masker yang ada tetap lebih baik daripada tidak memakai sama sekali. Tetapi perlindungannya tentu berbeda, sehingga yang utama tetap mengurangi paparan,” katanya.

Masker juga perlu digunakan dengan benar, yaitu menutup hidung dan mulut serta dipastikan tidak terlalu longgar. Semakin banyak celah antara masker dan wajah, semakin banyak pula udara yang tidak tersaring dapat masuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....