Dokter Paru: Partikel Halus Abu Vulkanik Bisa Masuk hingga Bagian dalam Paru

  • 15 Sep 2026 22:56 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Paparan abu vulkanik tidak hanya meninggalkan debu di permukaan lingkungan, tetapi juga dapat masuk ke saluran pernapasan hingga mencapai bagian dalam paru-paru. Risiko gangguan kesehatan dipengaruhi oleh ukuran partikel yang terhirup serta lama paparan.

Dokter Spesialis Paru dr. Masdi, Sp.P, F.Onk.T, FISR, FISQua, mengatakan abu vulkanik memiliki karakteristik berbeda dengan debu biasa. Material tersebut dapat mengandung batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang secara mikroskopis memiliki permukaan tajam dan dapat mengiritasi saluran pernapasan.

“Komposisi abu vulkanik berbeda dengan debu biasa. Di dalamnya terdapat partikel batuan, mineral, dan kaca vulkanik yang secara mikroskopis memiliki bentuk seperti pecahan kaca dan permukaannya tajam,” ujar dr. Masdi dalam Dialog Bogor Pagi Ini, Selasa, 15 September 2026.

Menurut dr. Masdi, abu vulkanik juga dapat mengandung silika kristalin serta disertai paparan gas vulkanik seperti sulfur dioksida atau SO₂. Kedua material tersebut perlu diwaspadai karena dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama jika paparannya cukup tinggi.

“Abu vulkanik dapat mengandung mineral seperti silika. Selain itu, gas sulfur dioksida yang menyertai aktivitas vulkanik juga dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan,” katanya.

Ukuran partikel menjadi salah satu faktor yang menentukan seberapa jauh abu dapat masuk ke sistem pernapasan. Partikel yang lebih besar cenderung tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikel yang lebih kecil dapat masuk lebih dalam hingga ke saluran pernapasan bagian bawah.

“Partikel yang sangat halus, terutama yang berukuran di bawah 2,5 mikron, dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan mencapai area alveoli, tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida,” jelasnya.

Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan serta memperburuk keluhan pada masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK. Karena itu, semakin kecil ukuran partikel dan semakin lama paparan, semakin besar pula perhatian yang perlu diberikan terhadap dampaknya pada kesehatan pernapasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....