Kualitas Udara Bogor Kategori Sedang, Warga Diminta Waspadai Abu Vulkanik
- 12 Sep 2026 20:30 WIB
- Bogor
Poin Utama
- Pemerintah Kota Bogor mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara serta potensi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Dinkes Kota Bogor mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara.
RRI.CO.ID, Bogor - Pemerintah Kota Bogor mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kualitas udara serta potensi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan, Jumat, 11 September 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, Ana Ismawati, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara di Kota Bogor berada pada kategori sedang. Konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 85 µg/m³ sehingga masyarakat diminta memperhatikan kondisi kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.
“Dengan kondisi kualitas udara saat ini, kami mengimbau masyarakat, terutama lansia, anak-anak, penderita asma, alergi, serta warga dengan gangguan jantung dan pernapasan, untuk lebih waspada dan membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan dalam waktu lama,” ujar Ana.
Berdasarkan pemantauan ISPU selama 24 jam, rata-rata konsentrasi tercatat sebesar 69,33 µg/m³. Angka terendah mencapai 43,1 µg/m³ pada Kamis malam, sedangkan konsentrasi tertinggi sebesar 80,9 µg/m³ terpantau pada siang hari.
Pemkot Bogor juga memantau perkembangan keluhan kesehatan melalui sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan. Jumlah pasien yang masuk dalam pemantauan meningkat dari 1.360 orang menjadi 1.544 orang atau bertambah 184 pasien, meliputi kasus ISPA, gangguan mata, dan gangguan kulit.
Ana Ismawati menegaskan peningkatan jumlah kasus tersebut masih membutuhkan pendalaman untuk memastikan penyebab serta kaitannya dengan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. “Kami terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memantau perkembangan kasus secara berkala. Kenaikan ini perlu dianalisis lebih lanjut agar langkah penanganan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nuraena, mengatakan pemantauan kesehatan masyarakat terus dilakukan bersamaan dengan pengawasan kualitas udara melalui koordinasi lintas sektor. “Koordinasi pemantauan kualitas udara dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup, BMKG, dan BPBD,” kata Erna.
Dinkes Kota Bogor mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama bagi kelompok yang sensitif terhadap pencemaran udara. Warga yang mengalami keluhan pada saluran pernapasan, mata, maupun kulit diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat, sementara aktivitas fisik berkepanjangan di luar ruangan sebaiknya dikurangi sesuai kondisi ISPU yang berada pada kategori sedang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....