8 dari 10 Anak Muda Berisiko Alami Masalah Jantung, Ini Penyebabnya

  • 27 Agt 2026 07:11 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Penyakit jantung sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang baru muncul ketika seseorang berusia lanjut. Namun, sebuah penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung ternyata sudah dapat ditemukan sejak usia muda.

Dilansir dari EatingWell pada Rabu 26 Agustus 2026, penelitian terhadap hampir 1.300 orang dewasa dengan rata-rata usia 23 tahun menemukan sekitar delapan dari 10 peserta memiliki setidaknya satu faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung dan gangguan metabolisme.

Penelitian tersebut menggunakan kerangka cardiovascular-kidney-metabolic atau CKM yang melihat hubungan antara kesehatan jantung, ginjal, dan metabolisme. Para peneliti juga menilai berat badan, kadar kolesterol, gula darah, tekanan darah, pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan kualitas tidur.

Hasil penelitian menunjukkan hanya sekitar 21 persen peserta yang tidak memiliki faktor risiko CKM. Sementara itu, 40 persen berada pada tahap awal karena memiliki kelebihan lemak tubuh, 36 persen memiliki faktor risiko metabolik, dan tiga persen sudah menunjukkan tanda gangguan yang lebih serius.

Para peneliti juga menemukan adanya perubahan pada pembuluh darah leher pada peserta dengan tingkat risiko CKM yang lebih tinggi. Perubahan tersebut dapat menjadi tanda awal terjadinya pengerasan pembuluh darah atau aterosklerosis.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan jantung sebaiknya tidak menunggu hingga usia tua. Pola makan yang lebih sehat dapat dimulai dengan memperbanyak buah, sayuran, dan biji-bijian utuh, serta memilih sumber protein yang lebih sehat.

Selain makanan, aktivitas fisik secara rutin, tidur yang cukup, menjaga berat badan, menghindari rokok, dan mengelola stres juga penting untuk menjaga kesehatan jantung. Membatasi makanan ultra-proses, makanan tinggi garam, gula tambahan, dan lemak jenuh juga dapat membantu mengurangi faktor risiko.

Penelitian ini tidak berarti setiap anak muda yang memiliki faktor risiko pasti akan mengalami penyakit jantung. Namun, hasilnya menjadi pengingat bahwa kebiasaan hidup sejak usia muda dapat berpengaruh terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....