Efek “First Impression” Kenapa Kesan Pertama Sulit Diubah?

  • 25 Agt 2026 15:37 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - First impression atau kesan pertama adalah penilaian awal yang muncul ketika seseorang bertemu dengan orang lain untuk pertama kalinya. Dalam waktu singkat, penilaian dapat terbentuk dari cara berbicara, ekspresi wajah, penampilan, gestur, hingga sikap saat berinteraksi.

Proses tersebut sering terjadi tanpa disadari. Seseorang yang tersenyum dan berbicara dengan tenang, misalnya, bisa dianggap ramah, sementara orang yang lebih banyak diam mungkin dinilai pemalu atau kurang terbuka, meski penilaian itu belum tentu menggambarkan kepribadiannya secara utuh.

Kesan pertama terasa kuat karena manusia cenderung membuat penilaian secara cepat. Ketika bertemu orang baru, informasi yang tersedia masih terbatas sehingga hal-hal yang paling mudah diamati sering menjadi dasar untuk membentuk gambaran awal.

Cara berjabat tangan, mempertahankan kontak mata, memilih kata-kata, hingga menunjukkan ekspresi tertentu dapat memberikan kesan kepada orang lain. Proses tersebut bahkan bisa terjadi dalam hitungan detik, sebelum seseorang menyadari bahwa dirinya sedang melakukan penilaian.

Setelah kesan awal terbentuk, seseorang cenderung mencari informasi yang sesuai dengan penilaiannya. Kondisi ini disebut bias konfirmasi, ketika seseorang lebih memperhatikan hal-hal yang mendukung keyakinan yang sudah terbentuk sebelumnya.

Misalnya, orang yang sejak awal dianggap kurang ramah bisa dinilai negatif ketika memilih diam dalam percakapan. Sebaliknya, sikap diam yang sama dapat dianggap sebagai tanda sedang lelah jika orang tersebut sebelumnya sudah dianggap menyenangkan.

Kesan pertama juga dapat dipengaruhi halo effect, yaitu kecenderungan menilai karakter seseorang berdasarkan satu sifat yang terlihat. Orang yang berpenampilan rapi dan percaya diri, misalnya, bisa langsung dianggap kompeten atau bertanggung jawab, meskipun belum ada cukup informasi untuk memastikan hal tersebut.

Mengubah kesan pertama tidak selalu mudah karena penilaian awal dapat memengaruhi cara seseorang melihat perilaku berikutnya. Satu tindakan baik mungkin belum cukup menghapus kesan negatif, sementara kesalahan kecil bisa terlihat lebih besar jika dianggap sesuai dengan penilaian sebelumnya.

Meski demikian, kesan pertama bukanlah gambaran lengkap tentang seseorang. Orang yang pendiam belum tentu sombong, seseorang yang gugup belum tentu tidak percaya diri, dan orang yang terlihat percaya diri belum tentu selalu kompeten.

Karena itu, first impression dapat menjadi awal sebuah hubungan, tetapi bukan penentu akhirnya. Memberikan kesan yang baik saat bertemu orang baru penting, namun memberi kesempatan untuk mengenal seseorang lebih jauh juga diperlukan agar penilaian tidak berhenti pada pertemuan pertama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....