Dampak Doom Scrolling Malam Hari

  • 25 Agt 2026 15:24 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Kebiasaan melihat media sosial menjelang tidur semakin sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat justru kerap dihabiskan dengan terus menggulir layar ponsel, terutama untuk mengikuti berbagai informasi dan berita.

Kebiasaan terus-menerus mengakses informasi negatif di internet tersebut dikenal dengan istilah doomscrolling. Aktivitas ini merujuk pada kecenderungan seseorang untuk terus membaca atau mencari berita tentang konflik, bencana, masalah sosial, maupun berbagai informasi buruk lainnya, meski konten yang dilihat dapat memunculkan rasa cemas atau tidak nyaman.

Kebiasaan tersebut sering terjadi pada malam hari ketika suasana lebih tenang dan gangguan dari lingkungan berkurang. Alih-alih berhenti menggunakan ponsel, seseorang justru dapat terus menggulir layar untuk mencari informasi baru.

Psikolog Klinis Universitas Airlangga, Margaretha, S.Psi., P.G.Dip.Psych., M.Sc., menjelaskan bahwa kecenderungan tersebut dapat berkaitan dengan negativity bias, yaitu kecenderungan manusia memberikan perhatian lebih besar terhadap informasi yang dianggap mengandung ancaman atau hal negatif. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang terus mengikuti informasi meski konten yang dikonsumsi menimbulkan rasa tidak nyaman.

Penggunaan media sosial juga dapat membuat kebiasaan tersebut semakin sulit dihentikan. Sistem rekomendasi pada sejumlah platform secara terus-menerus menyajikan konten berdasarkan aktivitas dan minat pengguna, termasuk konten yang sebelumnya sering dilihat atau mendapatkan respons dari pengguna.

Dari sisi kesehatan, penggunaan ponsel dalam waktu lama menjelang tidur dapat mengganggu waktu dan kualitas istirahat. Paparan cahaya dari layar pada malam hari juga dapat memengaruhi produksi melatonin, hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur.

Kurangnya waktu tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat membuat seseorang merasa lelah dan kurang bugar pada keesokan harinya. Jika berlangsung terus-menerus, pola tidur yang tidak baik juga dapat berdampak pada kondisi fisik dan mental.

Karena itu, membatasi penggunaan ponsel menjelang tidur dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk memperbaiki kebiasaan istirahat. Pengguna dapat memanfaatkan fitur pembatas waktu aplikasi atau mengaktifkan mode jangan ganggu pada malam hari.

Menetapkan waktu tertentu untuk berhenti menggunakan ponsel juga dapat membantu. Selain itu, menempatkan perangkat jauh dari tempat tidur dapat mengurangi keinginan untuk terus memeriksa notifikasi atau membuka media sosial.

Mengelola konsumsi informasi bukan berarti harus sepenuhnya menjauh dari internet. Yang lebih penting adalah mengenali kapan penggunaan media sosial mulai mengganggu waktu istirahat dan kemampuan untuk berhenti.

Dengan membatasi kebiasaan doomscrolling, waktu menjelang tidur dapat kembali digunakan untuk beristirahat. Kebiasaan sederhana tersebut juga dapat membantu menciptakan pola penggunaan teknologi yang lebih sehat dan teratur. (Alfredo Abraham - UNPAK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....