Benarkah Sering Begadang Bisa Ganggu Siklus Menstruasi dan Keseimbangan Hormon?
- 19 Agt 2026 12:13 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kebiasaan sering begadang atau tidur dengan durasi yang terlalu pendek ternyata tidak hanya membuat tubuh lelah pada keesokan harinya. Sejumlah penelitian menemukan adanya hubungan antara gangguan tidur, perubahan ritme sirkadian, dan meningkatnya risiko gangguan pada siklus menstruasi perempuan.
Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam BMC Women's Health pada 2023 melalui systematic review terhadap 35 penelitian menemukan adanya hubungan antara gangguan tidur dengan berbagai gangguan menstruasi. Gangguan tersebut mencakup sindrom pramenstruasi, nyeri menstruasi, hingga siklus menstruasi yang tidak normal atau perdarahan menstruasi yang lebih berat.
Hubungan tersebut juga terlihat pada penelitian terhadap perempuan dengan durasi tidur yang pendek. Studi pada remaja perempuan di Korea Selatan menemukan bahwa mereka yang tidur lima jam atau kurang per hari memiliki risiko lebih tinggi mengalami siklus menstruasi tidak teratur dibandingkan mereka yang tidur setidaknya delapan jam. Penelitian tersebut juga menunjukkan kecenderungan risiko gangguan siklus meningkat ketika durasi tidur semakin pendek.
Gangguan ini diduga berkaitan dengan ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang ikut mengatur berbagai proses fisiologis, termasuk sistem reproduksi. Penelitian pada pekerja perempuan yang menjalani shift malam menemukan bahwa kerja malam berkaitan dengan perubahan kadar melatonin dan hormon reproduksi seperti follicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH), yang berperan dalam proses ovulasi dan siklus menstruasi.
Bukti dalam skala besar juga menunjukkan adanya hubungan antara aktivitas malam hari dan siklus menstruasi yang tidak teratur. Studi kohort terhadap lebih dari 87 ribu pekerja perempuan yang diterbitkan pada 2024 menemukan bahwa pekerja shift malam memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami siklus menstruasi tidak teratur, sementara pada analisis longitudinal, risiko munculnya siklus tidak teratur juga meningkat pada kelompok pekerja malam setelah beberapa tahun.
Penelitian terbaru pada 2026 terhadap 3.544 perawat perempuan juga menemukan bahwa kerja shift berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan mengalami siklus menstruasi tidak teratur dan nyeri menstruasi. Studi tersebut menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk dan tidur kurang dari enam jam juga berkaitan dengan meningkatnya kemungkinan mengalami gangguan menstruasi, meski peneliti menegaskan bahwa hubungan antara tidur, shift kerja, dan gangguan menstruasi masih perlu diteliti lebih lanjut.
Dengan demikian, sering begadang tidak bisa langsung disebut sebagai penyebab tunggal siklus menstruasi menjadi kacau. Namun, bukti penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dan terganggunya ritme siang-malam tubuh berkaitan dengan kesehatan menstruasi, sehingga menjaga durasi dan jadwal tidur yang cukup serta konsisten menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....