Indonesia Masuk Daftar Negara dengan Obesitas Rendah
- 19 Agt 2026 12:13 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Indonesia masuk dalam daftar negara dengan prevalensi obesitas dewasa relatif rendah di dunia. Berdasarkan rangkuman Seasia Stats yang merujuk pada World Obesity Atlas 2025 dari World Obesity Federation, Indonesia mencatat angka obesitas dewasa sebesar 11,52 persen dan menempati posisi keenam dalam daftar delapan negara yang disorot.
Jepang berada di posisi teratas dengan prevalensi obesitas dewasa 5,57 persen, diikuti Korea Selatan sebesar 7,24 persen dan China 8,37 persen. Prancis kemudian berada di urutan berikutnya dengan angka 10 persen, menunjukkan dominasi sejumlah negara Asia dalam kelompok dengan prevalensi obesitas terendah.
Indonesia berada tepat setelah Taiwan yang mencatat angka 11,27 persen. Sementara itu, dua negara Eropa yang masuk daftar, yakni Swiss dan Denmark, masing-masing memiliki prevalensi obesitas dewasa 12,47 persen dan 13,55 persen.
Posisi Indonesia tersebut menarik karena menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk dalam delapan besar rangkuman. Dengan angka 11,52 persen, Indonesia berada di bawah sejumlah negara yang memiliki tingkat obesitas lebih tinggi, meski kondisi tersebut tidak berarti persoalan obesitas di dalam negeri sudah sepenuhnya teratasi.
Seasia Stats dalam publikasinya pada 3 Agustus 2026 mengaitkan rendahnya prevalensi obesitas di sejumlah negara dengan berbagai kebiasaan masyarakat, termasuk pola makan dan aktivitas sehari-hari. Namun, faktor penyebab obesitas sangat kompleks dan tidak dapat dijelaskan hanya melalui satu kebiasaan. Kondisi ekonomi, lingkungan, pola konsumsi, aktivitas fisik, hingga akses terhadap layanan kesehatan turut berperan.
World Obesity Federation melalui World Obesity Atlas 2025 juga menekankan bahwa obesitas merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan berbagai penyakit tidak menular. Lembaga tersebut memperkirakan jumlah orang dewasa yang hidup dengan obesitas secara global dapat meningkat lebih dari dua kali lipat, dari 524 juta pada 2010 menjadi 1,13 miliar pada 2030, jika tren dan kebijakan penanganannya tidak berubah.
Karena itu, posisi Indonesia dalam daftar tersebut lebih tepat dipahami sebagai gambaran prevalensi obesitas dewasa, bukan ukuran tunggal tingkat kebugaran masyarakat. Menjaga berat badan tetap sehat tetap membutuhkan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta lingkungan yang mendukung gaya hidup aktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....