Jangan Abaikan, Ini 6 Tanda Anda Terlalu Sedikit Makan
- 18 Agt 2026 08:32 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Mengurangi porsi makan sering dianggap sebagai cara sederhana untuk menurunkan berat badan. Namun, terlalu sedikit makan dalam waktu lama justru dapat membuat tubuh kekurangan energi dan zat gizi yang dibutuhkan untuk menjalankan berbagai fungsi.
Mengutip laman Health.com, kekurangan asupan makanan dapat memengaruhi energi, suasana hati, kemampuan berolahraga, hingga kesehatan secara keseluruhan. Kondisi ini juga dapat terjadi ketika seseorang menjalani pola makan yang terlalu ketat atau mengalami penurunan nafsu makan.
Salah satu tanda yang mudah dikenali adalah rasa lapar yang terus muncul. Rasa lapar sebenarnya merupakan sinyal normal dari tubuh untuk memberi tahu bahwa energi perlu diisi kembali. Namun, jika rasa lapar muncul hampir sepanjang waktu meski sudah makan, kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa asupan makanan belum mencukupi kebutuhan tubuh.
Tanda lainnya adalah mudah lelah dan tidak bertenaga. Tubuh memperoleh sumber energi utama dari makanan. Ketika asupan tidak cukup, seseorang dapat merasa lesu dan kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari dengan optimal.
Kekurangan asupan juga dapat terlihat ketika kemampuan berolahraga menurun. Aktivitas yang biasanya terasa ringan bisa menjadi lebih berat karena tubuh tidak memiliki cukup energi untuk berolahraga sekaligus memulihkan kondisi setelahnya.
Selain itu, seseorang dapat mengalami pusing atau kepala terasa ringan, terutama ketika berdiri. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan rendahnya kadar gula darah, tekanan darah, atau kurangnya cairan tubuh yang dapat terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan cukup asupan.
Perubahan pada rambut dan kulit juga perlu diperhatikan. Kekurangan makanan dalam jangka panjang dapat menyebabkan tubuh tidak memperoleh cukup protein, zat besi, dan zat gizi lainnya. Akibatnya, rambut dapat menipis atau rontok dan kulit menjadi lebih kering.
Tanda lainnya adalah berkurangnya massa otot secara berlebihan. Menurunkan lemak tubuh memang dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan, tetapi pola makan yang terlalu sedikit, terutama jika tidak disertai cukup protein, dapat membuat tubuh menggunakan otot sebagai sumber energi. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kekuatan tubuh dan kesehatan tulang.
Kebutuhan makanan setiap orang berbeda-beda karena dipengaruhi usia, jenis kelamin, ukuran tubuh, tingkat aktivitas, serta tujuan kesehatan. Karena itu, tidak ada satu angka asupan yang cocok untuk semua orang. Jika seseorang khawatir tidak mendapatkan cukup makanan, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi dapat membantu menentukan kebutuhan yang sesuai.
Untuk memenuhi kebutuhan tubuh, masyarakat disarankan tidak melewatkan waktu makan dan mengutamakan makanan yang seimbang. Asupan protein, karbohidrat, lemak sehat, serta berbagai zat gizi perlu diperhatikan agar tubuh memperoleh energi yang cukup untuk beraktivitas dan memulihkan diri.
Jika seseorang terus-menerus membatasi makanan, terlalu memikirkan berat badan, atau merasa sangat takut menambah porsi makan, kondisi tersebut juga perlu mendapat perhatian. Health mengingatkan bahwa pola pembatasan makan yang berlebihan dapat berkaitan dengan gangguan makan dan sebaiknya dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....