Benarkah Belajar Musik di Usia Tua Bisa Bantu Otak Tetap Aktif?

  • 15 Agt 2026 13:55 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Belajar musik tidak harus dimulai sejak usia muda. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang lanjut usia tetap memiliki kemampuan untuk beradaptasi ketika mempelajari atau melakukan aktivitas musik, meski proses tersebut belum dapat disebut sebagai cara untuk “membalikkan” penuaan otak.

Salah satu penelitian yang melibatkan 132 orang dewasa lanjut usia sehat mengamati perubahan otak setelah mengikuti intervensi musik selama enam bulan. Peneliti menemukan peningkatan volume materi abu-abu otak (gray matter) di beberapa bagian otak, termasuk nukleus caudatus, operkulum rolandik, dan bagian inferior serebelum. Namun, perubahan tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang jelas antara kelompok latihan piano dan kelompok yang mengikuti kegiatan musik berupa mendengarkan serta meningkatkan kesadaran terhadap musik.

Penelitian yang sama juga menemukan adanya hubungan antara peningkatan materi abu-abu di serebelum dengan kemampuan memori kerja auditori. Artinya, aktivitas musik dapat berkaitan dengan proses adaptasi otak pada usia lanjut, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa belajar musik dapat mengembalikan kondisi otak menjadi seperti saat masih muda.

Temuan mengenai manfaat musik terhadap fungsi kognitif juga mendapat dukungan dari penelitian lain. Sebuah systematic review dan meta-analysis yang diterbitkan pada 2025 menganalisis uji terkontrol secara acak mengenai terapi musik pada orang dewasa lanjut usia dan menemukan peningkatan pada kognisi secara umum, memori, serta fungsi eksekutif.

Meski demikian, penelitian mengenai perubahan biologis pada otak masih memiliki keterbatasan. Systematic review yang terbit pada 2025 menyimpulkan bahwa bukti mengenai efek aktivitas membuat musik terhadap neuroplastisitas pada orang lanjut usia masih belum konklusif karena jumlah penelitian yang terbatas, variasi metode, serta risiko bias dalam sejumlah studi. Para peneliti menilai masih diperlukan penelitian berkualitas tinggi untuk memastikan seberapa besar aktivitas musik dapat memengaruhi perubahan otak akibat penuaan.

Oleh karena itu, belajar musik di usia lanjut sebaiknya tidak dipandang sebagai terapi yang dapat “meremajakan” otak secara harfiah. Namun, aktivitas seperti belajar piano, bernyanyi, memainkan alat musik, atau mengikuti kegiatan musik secara aktif dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan stimulasi kognitif sekaligus mempertahankan aktivitas belajar pada usia lanjut.

Dengan kata lain, tidak ada kata terlambat untuk belajar musik. Bukti ilmiah saat ini menunjukkan adanya potensi manfaat terhadap fungsi kognitif dan neuroplastisitas, tetapi penelitian masih terus berkembang untuk mengetahui seberapa jauh aktivitas musik dapat membantu menjaga kesehatan otak selama proses penuaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....