Istri Bergaji Lebih Tinggi, Bagaimana Perasaan Suami? Ini Kata Psikolog

  • 11 Agt 2026 09:51 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Peran ekonomi dalam rumah tangga semakin beragam seiring meningkatnya jumlah pasangan yang sama-sama bekerja. Dalam kondisi tertentu, penghasilan istri bahkan dapat melampaui pendapatan suami, sehingga pola peran tradisional dalam keluarga ikut mengalami perubahan.

Kondisi tersebut ternyata dapat memengaruhi dinamika hubungan suami istri. Mengutip Psychology Today, sikap terhadap perempuan sebagai pencari nafkah utama berbeda-beda di setiap negara dan berkaitan dengan norma gender serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Penelitian Sangsoo Lee pada 2025 menemukan bahwa secara rata-rata, laki-laki menunjukkan penolakan lebih besar terhadap kondisi ketika perempuan menjadi pencari nafkah utama dibandingkan perempuan. Namun, sikap tersebut cenderung lebih rendah di negara dengan tingkat kesetaraan gender yang lebih tinggi.

Faktor ekonomi juga ikut berperan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kesenjangan sikap antara laki-laki dan perempuan terhadap perempuan sebagai pencari nafkah utama lebih besar di negara dengan tingkat pengangguran laki-laki yang tinggi. Situasi ekonomi yang tidak pasti dapat membuat sebagian laki-laki semakin menekankan peran mereka sebagai pencari nafkah keluarga.

Namun, persoalan rumah tangga dengan dua pencari nafkah bukan hanya mengenai siapa yang membawa pulang penghasilan lebih besar. Dukungan emosional setelah menghadapi tekanan pekerjaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hubungan pasangan.

Sementara itu, penelitian Helen Pluut dan tim pada 2025 mengenai pasangan yang sama-sama bekerja menemukan adanya perbedaan pola dalam memberikan dukungan ketika salah satu pasangan mengalami tekanan akibat pekerjaan. Istri cenderung meningkatkan dukungan kepada suami ketika suami mengalami kelelahan emosional akibat pekerjaan, sementara dukungan suami kepada istri tidak selalu meningkat ketika istri menghadapi konflik antara pekerjaan dan keluarga.

Menariknya, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa manfaat dukungan emosional dapat berbeda berdasarkan peran gender. Perempuan cenderung memperoleh kepuasan hubungan lebih besar ketika menerima dukungan dari suami, sedangkan laki-laki lebih merasakan manfaat ketika memberikan dukungan kepada istrinya.

Temuan ini menunjukkan bahwa pembagian peran dalam keluarga modern tidak cukup hanya diukur dari kontribusi finansial. Kemampuan pasangan untuk saling mendukung secara emosional, berbagi tanggung jawab, dan beradaptasi terhadap perubahan kondisi pekerjaan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pernikahan.

Dengan semakin banyaknya pasangan yang sama-sama berkarier, peran suami dan istri dalam keluarga pun dapat berubah sesuai kebutuhan. Penghasilan yang lebih tinggi dari salah satu pihak semestinya tidak menjadi ukuran tunggal keberhasilan dalam rumah tangga, selama pasangan mampu membangun kerja sama dan saling menghargai kontribusi masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....