Pemeriksaan USG Bantu Deteksi Kondisi Janin dan Organ Tubuh sejak Dini

  • 04 Agt 2026 21:43 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Ultrasonografi atau USG merupakan salah satu pemeriksaan penunjang yang memanfaatkan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran organ di dalam tubuh tanpa menggunakan radiasi. Pemeriksaan ini banyak digunakan untuk memantau perkembangan kehamilan, tetapi juga berperan penting dalam membantu dokter menegakkan diagnosis berbagai kondisi medis pada organ tubuh lainnya.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Kementerian Kesehatan pada Selasa 4 Agustus 2026, pemeriksaan USG dilakukan dengan alat bernama transduser yang ditempelkan pada permukaan kulit setelah diolesi gel khusus agar gelombang suara dapat merambat dengan baik. Gelombang tersebut akan dipantulkan oleh jaringan tubuh, kemudian diolah menjadi gambar yang dapat diamati secara langsung oleh tenaga medis untuk menilai kondisi organ yang diperiksa.

Pada ibu hamil, USG berfungsi memantau pertumbuhan dan perkembangan janin, memperkirakan usia kehamilan, mengetahui posisi janin dan plasenta, serta membantu mendeteksi kemungkinan kelainan sejak masa kehamilan. Pemeriksaan ini juga dapat digunakan untuk menilai jumlah cairan ketuban, memantau detak jantung janin, hingga menjadi panduan dalam menentukan penanganan apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian khusus.

Selain untuk kehamilan, USG juga dimanfaatkan dalam pemeriksaan berbagai organ tubuh seperti hati, ginjal, kandung empedu, pankreas, tiroid, payudara, pembuluh darah, hingga organ reproduksi pria dan wanita. Melalui hasil pencitraan tersebut, dokter dapat membantu mendeteksi adanya kista, tumor, batu, penyumbatan, maupun kelainan lain sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sesuai kondisi pasien.

Pemeriksaan USG umumnya berlangsung dalam waktu singkat, tidak menimbulkan rasa nyeri, dan dinilai aman karena tidak menggunakan sinar-X atau radiasi seperti pada pemeriksaan radiologi tertentu. Meski demikian, persiapan sebelum menjalani USG dapat berbeda-beda tergantung bagian tubuh yang akan diperiksa, misalnya pasien diminta berpuasa atau menahan buang air kecil agar hasil pemeriksaan lebih optimal.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan USG perlu diinterpretasikan oleh dokter dengan mempertimbangkan keluhan pasien, hasil pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang lainnya apabila diperlukan. Oleh karena itu, USG bukan satu-satunya dasar untuk menegakkan diagnosis, melainkan menjadi bagian dari proses evaluasi medis yang dilakukan secara menyeluruh.

Masyarakat diimbau untuk menjalani pemeriksaan USG sesuai indikasi medis dan anjuran tenaga kesehatan, terutama bagi ibu hamil yang perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sesuai jadwal. Pemeriksaan yang dilakukan secara tepat dapat membantu mendeteksi berbagai gangguan kesehatan lebih dini sehingga penanganan dapat diberikan lebih cepat dan peluang keberhasilan terapi menjadi lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....