Digital Decluttering, Bersih-Bersih Ponsel ternyata Baik untuk Pikiran
- 28 Jul 2026 09:00 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Di era serba digital, ponsel telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari bekerja, belajar, berbelanja, hingga berkomunikasi, hampir semua aktivitas dilakukan melalui satu perangkat. Namun, tanpa disadari, ponsel juga dapat dipenuhi ribuan foto, aplikasi yang jarang digunakan, notifikasi yang terus bermunculan, hingga file yang tidak lagi dibutuhkan. Kondisi ini dikenal sebagai digital clutter atau penumpukan "sampah digital".
Fenomena digital decluttering atau bersih-bersih perangkat digital kini semakin banyak dilakukan. Bukan sekadar untuk menambah ruang penyimpanan, tetapi juga sebagai cara mengurangi beban mental. Saat layar dipenuhi notifikasi, ikon aplikasi yang berantakan, serta file yang sulit ditemukan, otak harus bekerja lebih keras untuk memproses informasi. Akibatnya, seseorang bisa merasa lebih mudah lelah, terdistraksi, bahkan sulit berkonsentrasi.
Penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa lingkungan yang berantakan, termasuk lingkungan digital, dapat meningkatkan tingkat stres dan menurunkan fokus. Meskipun tidak terlihat secara fisik seperti ruangan yang penuh barang, kekacauan digital tetap memberi efek serupa terhadap cara otak mengelola perhatian. Itulah sebabnya, membersihkan ponsel sering kali memberikan rasa lega dan membuat pikiran terasa lebih ringan.
Digital decluttering bisa dimulai dari langkah sederhana. Misalnya menghapus aplikasi yang sudah tidak digunakan selama berbulan-bulan, mengatur ulang folder aplikasi agar lebih rapi, menghapus foto atau tangkapan layar yang tidak penting, serta membersihkan file unduhan. Selain menghemat ruang penyimpanan, cara ini juga memudahkan pengguna menemukan dokumen atau aplikasi yang benar-benar dibutuhkan.
Langkah berikutnya adalah mengelola notifikasi. Tidak semua aplikasi perlu mengirim pemberitahuan setiap saat. Mematikan notifikasi dari aplikasi belanja, permainan, atau media sosial yang tidak mendesak dapat mengurangi gangguan sepanjang hari. Dengan begitu, pengguna bisa lebih fokus bekerja, belajar, maupun menikmati waktu bersama keluarga tanpa terus-menerus tergoda membuka layar.
Tak kalah penting, luangkan waktu secara berkala untuk mengevaluasi akun media sosial yang diikuti. Mengurangi akun yang tidak lagi memberi manfaat atau justru memicu stres dapat menciptakan pengalaman digital yang lebih sehat. Mengikuti konten yang edukatif, inspiratif, atau sesuai minat juga membantu menciptakan suasana digital yang lebih positif.
Pada akhirnya, digital decluttering bukan berarti menjauhi teknologi, melainkan menggunakan teknologi secara lebih bijak. Ponsel seharusnya menjadi alat yang membantu aktivitas, bukan sumber tekanan. Dengan meluangkan waktu beberapa menit setiap minggu untuk merapikan perangkat digital, kita tidak hanya mendapatkan ponsel yang lebih ringan dan cepat, tetapi juga pikiran yang lebih tenang, fokus, dan siap menghadapi aktivitas sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....