Empat Sifat yang Membuat Seseorang Sulit Menerima Kritik
- 27 Jul 2026 12:17 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Kritik sering kali dipandang sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. Padahal, jika disampaikan dengan cara yang tepat, kritik dapat menjadi masukan yang membantu seseorang mengenali kekurangan, memperbaiki kesalahan, dan mengembangkan diri.
Meski demikian, tidak semua orang dapat menerima kritik dengan tenang. Ada yang langsung merasa tersinggung, menyangkal, membela diri, bahkan menghindari orang yang memberikan kritik. Reaksi tersebut bukan selalu karena kritik yang disampaikan terlalu keras, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman hidup, cara seseorang memandang dirinya sendiri, serta pola pikir yang telah terbentuk sejak lama.
Dikutip dari Psychology Today, beberapa sifat tertentu membuat seseorang lebih rentan menganggap kritik sebagai serangan terhadap dirinya, bukan sebagai umpan balik yang membangun. Akibatnya, mereka lebih sulit mengambil sisi positif dari kritik yang diterima.
Berikut empat sifat yang dapat membuat seseorang sulit menerima kritik:
1. Perfeksionis
Orang yang perfeksionis cenderung menetapkan standar yang sangat tinggi untuk dirinya sendiri. Ketika menerima kritik, mereka sering menganggapnya sebagai tanda kegagalan, bukan sebagai masukan untuk memperbaiki diri. Akibatnya, kritik terasa lebih menyakitkan daripada bermanfaat.
2. Memiliki harga diri yang rendah
Seseorang dengan harga diri yang rendah umumnya sudah memiliki pandangan negatif terhadap dirinya. Karena itu, kritik mudah dianggap sebagai bukti bahwa dirinya memang tidak cukup baik. Kondisi ini dapat memicu rasa malu, kecewa, bahkan membuat seseorang enggan mencoba hal baru.
3. Pernah mengalami pengabaian emosional sejak kecil
Pengalaman childhood emotional neglect atau pengabaian emosional pada masa kanak-kanak dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap penilaian orang lain. Kritik yang diterima saat dewasa dapat membangkitkan kembali perasaan tidak dihargai, tidak didengar, atau tidak cukup berarti yang pernah dialami sebelumnya.
4. Terlalu bergantung pada pengakuan orang lain
Orang yang sangat membutuhkan pujian atau penerimaan dari lingkungan sering kali mengaitkan harga dirinya dengan penilaian orang lain. Akibatnya, kritik dipandang sebagai ancaman terhadap jati diri, sehingga lebih sulit diterima secara objektif.
Para psikolog menegaskan bahwa kesulitan menerima kritik bukan berarti seseorang tidak bisa berubah. Dengan memahami penyebabnya, seseorang dapat belajar memandang kritik sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan sebagai penilaian terhadap nilai dirinya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....