Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Perlu Dijaga dari Beban Ganda

  • 09 Agt 2026 03:17 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Menjalankan pekerjaan sekaligus memenuhi tanggung jawab dalam keluarga dapat menjadi tantangan bagi perempuan, terutama ketika tuntutan dari kedua peran tersebut berlangsung secara bersamaan. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena tekanan yang tidak dikelola dengan baik dapat mempengaruhi kesehatan mental maupun produktivitas pekerja.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan pada Sabtu 8 Agustus 2026, tuntutan pekerjaan dan keluarga dapat menimbulkan konflik peran atau work-family conflict, yaitu kondisi ketika tuntutan dalam pekerjaan maupun keluarga membuat seseorang kesulitan menjalankan peran lainnya. Situasi ini dapat terjadi ketika pekerja harus menyelesaikan pekerjaan setelah mengalami kurang tidur karena merawat anak yang sakit atau harus meninggalkan pekerjaan karena memiliki tanggung jawab terhadap anggota keluarga.

Selain tuntutan keluarga, kesehatan mental pekerja juga dapat dipengaruhi oleh kondisi di lingkungan kerja. Beban kerja yang berlebihan, jam kerja yang panjang, rendahnya kendali terhadap pekerjaan, hubungan kerja yang kurang baik, diskriminasi, hingga minimnya dukungan dari atasan maupun rekan kerja dapat menjadi faktor risiko psikososial yang berdampak terhadap kesejahteraan pekerja.

Tekanan yang berlangsung terus-menerus dapat memunculkan berbagai keluhan, mulai dari stres, kecemasan, kelelahan emosional, gangguan tidur, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan. Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan berkonsentrasi, kehilangan motivasi, serta mengalami perubahan dalam hubungan dengan keluarga maupun lingkungan sosial.

Kementerian Kesehatan mengingatkan pekerja untuk mengenali tanda-tanda ketika tekanan mulai memengaruhi kondisi mental, seperti perasaan kewalahan, mudah cemas atau tersinggung, sulit tidur, energi menurun, sulit berkonsentrasi, hingga menarik diri dari lingkungan sekitar. Mengenali perubahan tersebut sejak awal dapat membantu seseorang mengambil langkah untuk mengelola tekanan sebelum kondisinya semakin berat.

Upaya menjaga kesehatan mental juga dapat dilakukan dengan menetapkan prioritas, membagi tanggung jawab bersama anggota keluarga, menyediakan waktu untuk beristirahat, menerapkan pola hidup sehat, serta memahami batas kemampuan diri. Apabila tekanan sudah sulit dikendalikan, pekerja juga dapat mencari dukungan dari orang terdekat maupun tenaga kesehatan.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menekankan bahwa kesehatan mental pekerja bukan hanya menjadi tanggung jawab individu. Lingkungan kerja juga perlu mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan keluarga melalui pengelolaan beban serta jam kerja yang wajar, lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi dan perundungan, serta kebijakan yang dapat membantu pekerja menjalankan tanggung jawab keluarganya. Dengan dukungan tersebut, pekerja perempuan diharapkan dapat menjalankan peran profesional dan keluarga secara lebih sehat tanpa mengabaikan kesehatan mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....