Tidak Harus Selalu Memaksa Diri, Psikolog Jelaskan Pentingnya Mengelola Energi
- 22 Jul 2026 11:46 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Memaksakan diri untuk terus bekerja atau menyelesaikan berbagai aktivitas tanpa henti sering dianggap sebagai tanda disiplin dan produktif. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut tidak selalu memberikan hasil yang baik, bahkan dapat berdampak pada kesehatan mental apabila dilakukan secara berlebihan.
Mengutip Psychology Today, kemampuan seseorang mengatur intensitas aktivitas dipengaruhi oleh mekanisme otak yang menimbang kebutuhan energi sebelum mengambil keputusan. Dengan kata lain, keputusan seseorang tidak hanya ditentukan oleh keinginan untuk menghindari pekerjaan, tetapi juga oleh cara otak menilai keuntungan dan pengorbanan dari suatu tindakan.
Penelitian yang dipimpin Nathalie André bersama tim peneliti dari University of Poitiers mengungkapkan bahwa otak terus mengevaluasi berbagai faktor sebelum seseorang mengerahkan usaha. Berbagai aspek ikut diperhitungkan, seperti tenaga yang dibutuhkan, tingkat kelelahan, durasi pengerjaan, tekanan yang dirasakan, serta potensi manfaat dan risiko dari aktivitas tersebut.
Para peneliti menjelaskan bahwa seseorang lebih terdorong mengeluarkan usaha ketika tujuan yang ingin dicapai dianggap sepadan dengan pengorbanan yang harus dilakukan. Sebaliknya, jika beban yang dirasakan lebih besar daripada manfaatnya, otak cenderung mendorong seseorang untuk mengurangi intensitas aktivitas atau beristirahat sejenak.
Temuan tersebut juga mengingatkan bahwa menjaga kesehatan mental tidak selalu berarti bekerja lebih keras. Memberi kesempatan bagi tubuh untuk memulihkan energi dapat menjadi strategi yang membantu seseorang tetap fokus, menjaga motivasi, dan menghindari kelelahan berkepanjangan.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa beristirahat bukan berarti menghindari tanggung jawab. Keseimbangan antara bekerja dan memulihkan energi menjadi kunci agar seseorang tetap mampu beradaptasi serta menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak memandang istirahat sebagai bentuk kelemahan. Mengenali batas kemampuan diri dan mengelola energi secara bijak justru dapat membantu menjaga produktivitas sekaligus mendukung kesehatan mental dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....