Sering Mendengkur dan Napas Terhenti Saat Tidur? Ini 7 Makanan yang Dianjurkan
- 20 Jul 2026 19:34 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Pola makan yang sehat dapat membantu mengurangi gejala gangguan napas saat tidur atau obstructive sleep apnea (OSA). Kondisi ini terjadi ketika saluran napas berulang kali tersumbat saat seseorang tidur sehingga kualitas istirahat menurun dan risiko berbagai penyakit kronis meningkat.
Mengutip laman Health.com, pola makan kaya serat, antioksidan, serta lemak sehat dapat menjadi pelengkap terapi bagi penderita OSA. Meski bukan pengganti pengobatan medis, konsumsi makanan bergizi dinilai mampu membantu mengurangi frekuensi gangguan napas saat tidur.
Sayuran hijau menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan. Bayam, kale, swiss chard, hingga collard greens mengandung antioksidan dan magnesium yang membantu meredakan peradangan, menjaga kesehatan saluran napas, sekaligus mendukung relaksasi otot sehingga kualitas tidur menjadi lebih baik.
Ikan berlemak seperti salmon, sarden, makarel, tuna, dan herring juga disarankan karena kaya akan asam lemak omega-3. Nutrisi ini diketahui membantu mengurangi peradangan pada tubuh, meningkatkan kualitas tidur, serta menjaga kesehatan jantung. Manfaat tersebut penting karena penderita sleep apnea memiliki risiko lebih tinggi mengalami penyakit kardiovaskular.
Sumber karbohidrat utuh, seperti oat, beras merah, quinoa, serta roti gandum utuh, juga dapat menjadi pilihan. Kandungan seratnya membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, menjaga kadar gula darah tetap stabil, dan mendukung pengendalian berat badan yang menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi keparahan sleep apnea.
Kelompok kacang-kacangan, termasuk almond, pistachio, dan kenari, mengandung magnesium, protein, vitamin E, serta melatonin alami. Kombinasi nutrisi tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, mengurangi peradangan, sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga mendukung pengelolaan berat badan.
Buah beri seperti stroberi, blueberry, raspberry, dan blackberry juga masuk dalam daftar makanan yang dianjurkan. Kandungan antioksidan yang tinggi membantu melawan stres oksidatif akibat rendahnya kadar oksigen selama tidur, sekaligus mendukung kesehatan metabolik dan jantung.
Sementara itu, sumber protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, kalkun, telur, tahu, serta makanan laut mengandung triptofan yang berperan dalam pembentukan hormon melatonin. Produk susu rendah lemak, seperti yogurt rendah lemak, susu skim, dan cottage cheese, juga disebut berpotensi membantu memperbaiki pola tidur apabila dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.
Selain memilih makanan yang tepat, penderita OSA juga dianjurkan membatasi konsumsi makanan tertentu. Minuman beralkohol, karbohidrat olahan, daging tinggi lemak, produk susu penuh lemak, makanan tinggi gula, serta konsumsi kafein pada sore hingga malam hari dapat memperburuk kualitas tidur dan meningkatkan gejala sleep apnea. Menghindari makan dalam porsi besar menjelang waktu tidur juga disarankan untuk mengurangi risiko refluks asam yang dapat mengganggu saluran napas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....