Waspada! Doomscrolling Bisa Mengganggu Cara Kerja Otak dan Kesehatan Mental

  • 20 Jul 2026 20:52 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Kebiasaan terus-menerus menggulir layar ponsel untuk membaca berita atau konten negatif, yang dikenal sebagai doomscrolling, ternyata tidak hanya menghabiskan waktu. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat memengaruhi cara kerja otak, meningkatkan stres, serta mengganggu kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi.

Doomscrolling biasanya terjadi ketika seseorang merasa terdorong untuk terus mencari informasi yang bernada buruk atau mengkhawatirkan, meski sebenarnya informasi tersebut justru membuat perasaan semakin cemas. Ironisnya, semakin lama seseorang melakukannya, semakin sulit pula untuk berhenti karena otak terus mencari informasi baru yang dianggap penting untuk mengantisipasi ancaman.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Quality of Life Research menjelaskan bahwa doomscrolling berkaitan erat dengan meningkatnya psychological distress atau tekanan psikologis. Kebiasaan ini juga berhubungan dengan menurunnya kepuasan hidup, kesejahteraan mental, serta meningkatnya rasa takut tertinggal informasi (fear of missing out atau FOMO).

Dari sisi kerja otak, paparan informasi negatif secara terus-menerus membuat sistem pendeteksi ancaman di otak tetap aktif. Akibatnya, tubuh lebih sering berada dalam kondisi siaga sehingga hormon stres seperti kortisol meningkat. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kelelahan mental, sulit fokus, dan membuat seseorang lebih mudah merasa cemas.

Selain itu, derasnya informasi yang datang tanpa jeda membuat otak bekerja lebih keras untuk menyaring dan memproses setiap konten. Beban kognitif yang terus meningkat dapat mengurangi kemampuan otak dalam mempertahankan perhatian, mengambil keputusan, hingga mengingat informasi penting. Kondisi tersebut juga membuat seseorang lebih sulit menikmati aktivitas yang membutuhkan konsentrasi penuh.

Sejumlah tinjauan ilmiah terbaru juga menyimpulkan bahwa doomscrolling secara konsisten dikaitkan dengan meningkatnya kecemasan, gangguan tidur, stres, dan penurunan kesejahteraan psikologis. Para peneliti menilai kebiasaan ini dapat menjadi siklus yang berulang, di mana rasa cemas mendorong seseorang untuk terus mencari informasi negatif, namun informasi tersebut justru memperparah kecemasan yang dirasakan.

Untuk mengurangi dampaknya, para ahli menyarankan agar membatasi waktu penggunaan media sosial dan konsumsi berita, terutama sebelum tidur. Mengalihkan waktu dengan berolahraga, membaca buku, atau melakukan aktivitas yang menenangkan juga dapat membantu otak beristirahat sehingga kesehatan mental dan kemampuan berpikir tetap terjaga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....