Waspada Dehidrasi di Musim Kemarau, Jangan Anggap Remeh Kurang Minum
- 13 Jul 2026 16:35 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor – Musim kemarau identik dengan cuaca yang lebih panas, kelembapan udara yang rendah, dan meningkatnya risiko tubuh kehilangan cairan. Kondisi ini membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap dehidrasi, yaitu keadaan ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan jumlah yang masuk.
Banyak orang masih menganggap rasa haus sebagai satu-satunya tanda tubuh membutuhkan air. Padahal, ketika rasa haus muncul, tubuh sebenarnya sudah mulai mengalami kekurangan cairan. Jika dibiarkan, dehidrasi dapat memengaruhi konsentrasi, menurunkan stamina, hingga mengganggu fungsi organ tubuh.
Dehidrasi tidak hanya terjadi pada mereka yang beraktivitas berat di luar ruangan. Pekerja kantoran, pelajar, hingga lansia juga berisiko mengalaminya, terutama jika lupa minum karena terlalu sibuk beraktivitas atau berada di ruangan berpendingin udara yang dapat mempercepat penguapan cairan dari tubuh.
Beberapa tanda awal dehidrasi yang perlu dikenali antara lain mulut dan bibir terasa kering, warna urine menjadi lebih pekat, tubuh terasa lemas, pusing, sulit berkonsentrasi, serta frekuensi buang air kecil yang berkurang. Pada kondisi yang lebih berat, dehidrasi dapat menyebabkan detak jantung meningkat, tekanan darah menurun, bahkan memicu pingsan.
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan mengalami dehidrasi. Anak sering kali terlalu asyik bermain hingga lupa minum, sementara lansia mengalami penurunan sensitivitas terhadap rasa haus sehingga kebutuhan cairan tubuh kerap tidak terpenuhi.
Selain minum air putih secara cukup, masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air, seperti semangka, melon, jeruk, timun, dan tomat. Makanan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan harian sekaligus memberikan vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.
Saat cuaca panas, sebaiknya batasi aktivitas fisik yang terlalu berat pada siang hari. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan pakaian yang nyaman, topi atau payung, dan jangan lupa membawa botol minum agar tubuh tetap terhidrasi.
Minuman manis, berkafein, maupun beralkohol juga sebaiknya tidak dijadikan sumber utama cairan karena pada kondisi tertentu justru dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Kebutuhan cairan setiap orang memang berbeda, tergantung usia, berat badan, tingkat aktivitas, dan kondisi kesehatan. Namun secara umum, orang dewasa dianjurkan mengonsumsi sekitar dua liter air atau sekitar delapan gelas setiap hari. Jumlah tersebut dapat bertambah ketika cuaca sangat panas atau saat melakukan aktivitas fisik yang intens.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah sederhana namun sangat penting untuk mempertahankan kesehatan. Jangan menunggu haus untuk mulai minum. Biasakan memenuhi kebutuhan cairan secara rutin sepanjang hari agar tubuh tetap bugar, produktif, dan terhindar dari risiko dehidrasi selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....