Ciri Gangguan Narsistik yang Perlu Diwaspadai sejak Awal

  • 13 Jul 2026 16:27 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Gangguan Kepribadian Narsistik atau Narcissistic Personality Disorder (NPD) merupakan salah satu gangguan mental yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan orang lain. Kondisi ini kerap disalahartikan sebagai sifat percaya diri yang berlebihan, padahal NPD adalah gangguan kepribadian yang memerlukan diagnosis dan penanganan profesional.

Pengidap NPD umumnya memiliki pandangan yang sangat tinggi terhadap dirinya sendiri serta membutuhkan pengakuan dan pujian secara terus-menerus. Di balik sikap yang tampak penuh percaya diri, mereka sering kali memiliki harga diri yang rapuh dan sulit menerima kritik sekecil apa pun.

Dilansir dari website www.halodoc.com bahwa dalam hubungan asmara, seseorang dengan NPD dapat menunjukkan perilaku yang membuat pasangannya merasa tertekan secara emosional. Salah satu ciri yang paling menonjol adalah minimnya empati sehingga mereka cenderung mengabaikan perasaan, kebutuhan, maupun kesulitan yang dialami pasangan.

Selain itu, mereka sering menampilkan sikap merasa paling unggul dan menganggap dirinya pantas memperoleh perlakuan istimewa. Tidak jarang mereka juga memanfaatkan berbagai cara untuk mempertahankan kendali dalam hubungan, termasuk melalui perilaku manipulatif yang membuat pasangan meragukan penilaian tehradap dirinya sendiri.

Hubungan dengan pengidap NPD biasanya berlangsung dalam pola yang berulang. Pada awalnya mereka dapat menunjukkan perhatian dan kasih sayang yang berlebihan, kemudian berubah menjadi pribadi yang gemar mengkritik, merendahkan, hingga menjauh ketika merasa tidak lagi memperoleh perhatian yang diinginkan.

Dampak dari huubngan seperti ini dapat memengaruhi kesehatan mental pasangan. Korban sering kehilangan rasa percaya diri, mudah menyalahkan diri sendiri, kesulitan mengambil keputusan, bahkan mengalami kecemasan dan stres berkepanjangan akibat tekanan emosional yang terus-menerus.

Para ahli menilai bahwa penyebab NPD diduga berasal dari kombinasi faktor genetik, pola pengasuhan, dan perkembangan fungsi otak. Penanganan umumnya dilakukan melalui psikoterapi yang bertujuan membantu pengidap memahami emosinya, meningkatkan empati, serta membangun pola hubungan yang lebih sehat, meskipun prosesnya memerlukan waktu yang tidak singkat.

Bagi seseorang yang menjalin hubungan dengan individu yang menunjukkan gejala NPD, menjaga batasan pribadi menjadi langkah yang sangat penting. Apabila hubungan sudah dipenuhi kekerasan verbal, manipulasi, atau tindakan yang mengancam kesehatan mental, mencari bantuan profesional dan mempertimbangkan untuk mengakhiri hubungan merupakan keputusan yang patut diprioritaskan demi keselamatan dan kesejahteraan diri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....